Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts
Showing posts with label ARTIKEL. Show all posts

Thursday, July 9, 2009

HASIL QUICK COUNT TIDAK VALID

DetikPemilu
Prabowo: hasil Quick Count tidak valid


Jakarta - Pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto mengecam pelaksanaan quick count dan exit poll di beberapa stasiun TV. Menurut cawapres Prabowo Subianto, hasil quick count tidak valid dan tidak bisa dijadikan acuan hasil pilpres.

"Hasil quick count itu tidak valid," ujar Prabowo saat memberikan keterangan pers di Kediaman megawati, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2009).
Menurut Prabowo exit poll, tidak pernah dilakukan di luar negeri. Hal itu bahkan dianggap sebagai tindak kriminal.

"Semua saksi agar tidak terpengaruh pembentukan opini secara dini. Baru satu jam sudah ada yang menang, ini skenario untuk menyesatkan Pemilu," gugat Prabowo.

Prabowo menjelaskan kemenangan pasangan SBY-Boediono belum pasti. karena menurut survei yang dilakukan Indonesia Development Monitoring (IDM), pasangan Menga-Prabowo justru unggul dengan 38 persen suara. JK-Wiranto 31 persen dan SBY-Boediono 30 persen. Survei ini dilakukan di 3.000 tempat pemungutan suara (TPS) di 17 provinsi.

"Kami menyayangkan stasiun TV yang berpihak. Kami mengingatkan pada para pemilik stasiun TV hal ini tidak bertanggung jawab," ungkap Mantan danjen Kopassus ini.

Pasangan nomor 1 ini juga menyayangkan adanya institusi pemerintah yang tidak netral serta kecurangan-kecurangan sistematis yang dilakukan pihak-pihak tertentu untuk menciderai demokrasi.

"Kita akan siapkan langkah-langkah hukum," ungkapnya.
Read more...

Read More..

Wednesday, July 8, 2009

HASIL QUICK COUNT SEMENTARA

SBY MENANG TELAK VERSI HITUNG CEPAT

Liputan6.com, Jakarta: Pasangan Calon Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono hampir dipastikan menang telak berdasarkan perhitungan cepat alias quick count lembaga survei Cirrus bekerja sama dengan SCTV, Rabu (8/7). Dari suara masuk sebanyak 99,95 persen dari sampel yang diambil dari 2.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS), SBY meraup 60,2 persen suara. Disusul pasangan Megawati Sukarnoputri-Prabowo Subianto dengan perolehan 27,49 persen suara. Urutan buncit dihuni pasangan Jusuf Kalla-Wiranto yang hanya mendapatkan 12,31 persen.

Hasil yang tak jauh berbeda ditunjukkan quick count lembaga survei lain. Lembaga Survei Indonesia menunjukkan SBY-Boediono meraih 60,85 persen, Mega-Prabowo 26,56 persen, dan JK 12,59 persen. Demikian pula Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) mendudukkan SBY-Boediono di peringkat pertama jauh meninggalkan lawannya dengan perolehan 60,28 persen suara. Hingga berita ini diturunkan, kedua lembaga tersebut juga belum menyelesaikan seluruh perhitungan sampelnya.(AND)
Read more...

Read More..

Tuesday, July 7, 2009

PERCAYA GAK SEH DG PELET??

SIHIR PADA PILPRES??

Memang pada pemilu kali ini banyak penyihir yang mencoba menguji kedalaman ilmunya. Lihat saja, betapa saktinya mereka hingga sanggup menghilangkan 49 juta nama rakyat dari DPT. Ada juga yang menggandakan satu pemilih menjadi berlipat-lipat jumlahnya!

Sihir lain yang lebih hebat bahkan melanda rakyat. Mereka kena ‘pelet’ agar memilih pasangan SBY-Boediono, supaya pilpres bisa berjalan hanya dalam satu putaran dengan ‘mantra’ dan ’sesaji’ penghematan anggaran Rp 4 triliun.

Tetapi penyihir itu pengecut semua. Hanya dua orang yang berani ‘meneluh’ SBY di hadapan banyak orang. Pertama, Butet Kertarejasa yang ‘menyantet’ SBY dengan monolognya hingga wajah korbannya merah tertekuk saat deklarasi pemilu damai di Komisi Pemilihan Umum.

Kedua, JK yang ‘menggendam’ alias menghipnotis SBY dalam debat capres di televisi, sehingga capres dari Partai Demokrat itu terpaksa menganggukkan kepalanya saat disebut iklan soal pilpres satu putaran bersifat ilegal.

Sayang, Mak Erot sudah meninggal dunia. Padahal, dengan jasanya mungkin kita bisa memperpanjang kekuasaan sesuai keinginan kita.
Read more...

Read More..

Monday, July 6, 2009

TIPS AMAN BERMAIN FESBUK...

MAU AMAN MAIN FESBUK? INI TIPSNYA...

Facebook, situs social network (jejaring sosial) yang mulai muncul di tahun 2007 ini kembali menggeliat di awal tahun 2009 dengan member mencapai 180 juta pengguna aktif di seluruh dunia. Berbagai tanggapan positif dan negative muncul seiring perkembangan dunia internet Indonesia yang terus meningkat pada dua dekade terakhir ini.

Mulai anak sekolah, mahasiswa, ibu rumah tangga, pedagang kaki lima, pejabat, pengusaha, blogger, menteri sampai presiden menggunakan jejaringan social satu ini sebagai media untuk “reuni” dan menjalin pertemanan, relasi bisnis bahkan menjadi ajang kampanye pemilu para caleg seperti pada pemilu 9 April yang lalu. Begitupun dengan Barrack Obama dan Susilo Bambang Yudhoyono menjadikan facebook sebagai salah satu media kampanye politik.

Namun, dunia internet (baca; dunia maya) merupakan dunia yang seakan tanpa batas, tidak ada sekat yang menghalang dan aturan yang kaku mengekang, segala jenis praktek penipuan (hitam dan putih) tumpah ruah meski tidak sedikit kejujuran, arena dakwah dan peluang bisnis ada disana. Berikut sedikit tips aman bagaimana menjalankan Facebook agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Point terpenting adalah kita harus menyadari sepenuhnya bahwa hak akses internet sebagai public facility. Siapapun, kapanpun dan dimanapun dapat mengakses internet. Dengan point ini tentu Anda paham segala jenis resiko penggunaan internet (social network) terutama untuk keamanan data pribadi.
Pisahkan data pribadi dengan data umum. Sehingga Anda terhindar dari ancaman berupa spam (penipuan) ketika data pribadi Anda terekpos oleh public, seperti nomor telp/hp, email, password, tanggal lahir dan alamat lengkap.
Berhati-hati, waspada dan tetap berpegang pada etinet (etika berinternet). Teliti dan concern terhadap profil facebook yang ingin menjadi teman Anda. Jangan mengconfirm/approve sembarang orang. Anda bisa sent message terlebih dahulu mempertanyakan siapa yang ingin meng-add Anda menjadi teman. Jangan tertipu dengan fakester (profil palsu)
Facebook terkenal dengan “aplikasi sejuta umat” baik berupa game, quiz dan permainan online yang dibuat berbagai develover pihak ketiga atau berupa invitation dari member facebook lainnya dan itu tidak menutup kemungkinan terdapatnya virus, spyware atau malware yang akan masuk dan merusak computer Anda. Jangan sembarang mengklik link yang diberikan pihak facebook, pihak ketiga maupun membernya.
Facebook menyediakan hak akses bagi teman Anda, teman dari teman Anda atau privacy dari Note, Photo, Link dan lainnya. Gunakan fasilitas tersebut untuk meminimalisir efek negative yang akan timbul di kemudian hari. Anda bisa menkontrol profil pada Setting, Privacy Settings.
Berita dari Detik.com beberapa waktu lalu merilis tentang pembunuhan seorang istri oleh suaminya dikarenakan sang istri mengubah statusnya di Facebook menjadi single. Tidak menutup kemungkinan akan muncul kasus-kasus lain meski tidak seekstrim itu, lantas upaya apa yang harus kita (pengguna Facebook) lakukan untuk meminimalisir hal tersebut? MSNBC yang dikutip detik.com merilis tips dan trik yang mungkin berguna bagi Anda;

Status hubungan Anda adalah keputusan bersama. Tetapkan status Anda dan jangan diubah-ubah kecuali atas kesepakatan bersama. Ingat internet adalah public facility sehingga bagaimanapun (cepat atau lambat) teman atau pasangan Anda akan mengetahuinya.
Etika berteman dengan teman dari sahabat Anda. Ketika ingin berteman dengan teman sahabat Anda di Facebook, jangan lupakan keberadaan teman Anda yang berperan sebagai penghubung. Katakan dari siapa Anda mengetahui profil mereka. Kirim pesan ketika meng-add mereka.
Siapkan diri ketika berteman dengan seseorang yang pernah mengisi hati Anda. Siapkan mental dan dewasalah karena bisa jadi beberapa status yang dia tulis bisa jadi membuat Anda cemburu.
Jangan banjiri profil dengan foto, video, dan komentar yang berkaitan dengan gagalnya hubungan Anda. Hal itu memang tidak pantas diumbar di Facebook. Jika Anda ingin simpati, teleponlah teman dekat Anda, jangan bertanya pada orang-orang di dunia maya, apalagi Facebook yang diakses banyak orang. Anda bisa dipermalukan.
Jangan curhat dan buka-buka rahasia di Facebook. Jika Anda ingin curhat dan sejenisnya, lebih baik Anda tidak melakukannya di Facebook. Gunakan e-mail, telepon atau mengunjungi sahabat Anda. Dan masih banyak fasilitas lainnya, pastinya siapa yang mau rahasianya diumbar oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
Kenali Perbedaan antara Wall (tulisan dinding) dan Message (pesan). Suatu pernyataan yang menyangkut hubungan pribadi Anda sebaiknya tidak usah terlalu diekspos. Kalimat seperti kalimat-kalimat romantis “I love you soo much beb, I miss u… I Can’t wait to see you”, mungkin akan lebih cocok jika ditulis pada message.
Apapun alasannya jangan sampai membuat profil palsu karena jika hal ini diketahui teman-teman Anda bisa memberi cap negative.
Point penting pada tips di atas adalah jangan terlalu mengumbar informasi yang bersifat pribadi di Facebook. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Ingat, dunia maya adalah public facility, meski menyenangkan dan penuh dengan fasilitas wah namun tetap saja begitu banyak resiko dan juga orang-orang yang tidak bertanggung jawab mengintai.
Read more...

Read More..

TAHUKAH ANDA FACEBOOK?

MARI BERFESBUK RIA

WOW siapa sih yg g' punya account facebook skarang ini!!? hampir semua manusia di dunia ini sedang kerajingan Facebook.. mau anak-anak, orang dewasa, bahkan sampe Opa-opa sudah bisa berkomunikasi menggunakan facebook.. hanya dengan bermodalkan Email valid, kita bisa langsung terdaftar sebagai pengguna FB(bahasa gaul Facebook..), tapi tentunya kita harus lebih dulu terakses dengan jaringan Internet,. nda lucu khan klo mau Facebookan tp lom ada internet..

ialah Mark Zuckerberg pencetus Facebook seorang mahasiswa Harvard menciptakan sesuatu yg sangat besar sehingga semua orang dapat berkomunikasi di seluruh dunia tanpa ada batas waktu. ini mungkin bisa menjadi tolak ukur untuk para generasi muda sitaro khususnya para mahasiswa dan mahasiswi yang sekarang sedang berjuang dengan study untuk terus berkarya menciptakan hal baru yang dapat membangun daerah tercinta sitaro..

awalnya facebook di pakai hanya untuk kalangan mahasiswa harvard saja tetapi dalam hitungan minggu saja universitas lain berbondong-bondong untuk menggunakan facebook. dan karena ketertarikan ini semakin luaslah jaringan Facebook.

sangatlah fenomenal ketika facebook menolak sejumlah tawaran yang berdatangan agar facebook di jual dengan harga yang sangat tinggi salah satunya adalah Yahoo yang ingin membeli facebook dengan harga 1 milyar US Dollar. Facebook memang fenomenal buktinya hampir 200 account terdaftar sebagai pengguna facebook perhari.

beritasitaro sendiri sudah termasuk salah satu site yang menggunakan facebook sebagai media untuk memperluas informasi, dan bisa di kunjungi di beritasitaro Facebook Group.(ded Read more...

Read More..

PROSTITUSI DI DUNIA MAYA

RENTAN MORAL ANAK TERHADAP DUNIA MAYA

Eksploitasi seksual melalui prostitusi adalah masalah yang selalu ada pada setiap zaman, dan oleh karenanya selalu dapat menemukan jalan untuk eksis. Sekarang ini yang menarik penggunaan teknologi informasi (internet) sebagai alternatif untuk melakukan kegiatan protitusi, sebut saja E 20 tahun, hampir tiap malam melakukan kegiatan protitusi dengan chating diinternet dalam mencari konsumen. “Lha gimana lagi mas kalo thetek dipinggir jalan tidak aman, dengan chat lewat internet kita bisa tahu konsumen kita melalui cam dan kita bisa tanya kenalan lebih dahulu termasuk dalam menego harga, kalo cocok dengan orangnya dan cocok harganya kita ketemuan” demikian pengakuan E. Hal serupa juga dilakukan oleh V 16 tahun, dia mulai aktif untuk chat lewat internet karena selain karena biaya murah bisa mencari banyak kenalan, tetapi tetap cari uang juga di jalan dan kadangkala atau lewat temen yang berprofesi sebagai PSK sekaligus germo.

Dari hasil pemantauan dilapangan saya melihat ini merupakan modus baru yang dilakukan, mereka dikarenakan ada perasaan nyaman dan aman sekaligus dapat menikmati fasilitas yang diberikan oleh pemilik warnet. Selain itu bila dijalan mereka harus menghadapi perilaku-perilaku yang tidak nyaman, berhadapan dengan orang-orang jahil dan juga para aparat penegak hukum yang kadangkala melakukan kekerasan dan juga memalak.

Ada dua persoalan yang muncul dari modus baru prostitusi ini, pertama persoalan kekerasan dan pelanggaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian maupun satpol terhadap pekerja seks terutama terhadap Anak Yang Dilacurkan. Kekerasan baik fisik, psikis, dan bahkan seksual sering dialami AYLA, selain itu pelanggaran berupa pemalakan juga sering dilakukan, belum lagi apabila anak dimasukkan ke dalam penjara bersama dengan pekerja seks dewasa. Kondisi semacam ini sangat mengancam AYLA sehingga mereka terpojok untuk mencari alternatif lain termasuk diantaranya melalui chatting di internet. Persoalan kedua kemudian muncul, dunia maya menawarkan seribu satu macam cara untuk melakukan transaksi seksual sampai hubungan seksual dengan kontrol yantg sangat minim atau bisa dibilang tidak ada. Modus alternatif ini makin mengancam anak, karena anak punya akses yang tak terbatas untuk makin menjadi korban eksploitasi seksual. Mereka dapat melakukannya dimana saja bahkan di dalam rumah orang tua mereka sendiri, jika mereka memiliki akses internet di rumah. Mereka dapat bertransaksi, di bujuk untuk melakukan cyber sex, ataupun dibujuk untuk menampilkan gambar mereka di internet.


Begitu tidak terbatasnya dunia maya sehingga masalah ini tidak bisa diatasi hanya dengan menghentikan kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap AYLA. Kekerasan tentu harus dihentikan tetapi tidak menjamin prostitusi melalui dunia maya dapat dihentikan. Salah satu alternatif yang bisa dijalankan adalah dengan membangun kesadaran pelaku bisnis, terutama bisnis warnet terhadap bahaya yang mengancam anak-anak ini. Selain itu penggunaan web cam juga harus sangat diperhatikan dan dibatasi. Webcam adalah gadget yang memungkinkan orang tidak hanya saling mengobrol (chat) dan berkirim surat (email) tetapi juga saling bertemu muka. Selain untuk kebutuhan teleconference, webcam memang paling sering digunakan untuk tujuan seksual karena webcam bukan hanya memungkinkan orang untuk saling bertemu tetapi juga saling menonton wajah dan tubuh masing-masing untuk kemudian dilanjutkan dengan aktivitas yang lain seperti membuka baju dan sebagainya. Anak-anak yang masih memiliki tingkat keingintahuan yang sangat tinggi tentu saja akan sangat mudah untuk menjadi korban penyalahgunaan webcam ini. Menurut salah satu penelitian di Amerika yang dipaparkan dalam The Oprah Show bahwa impian terbesar phaedophilis adalah supaya mereka dapat hadir di tengah-tengah anak-anak dan webcam mewujudkan impian tersebut. Oleh karena itu penggunaan gadget terutama webcam harus diawasi dengan ketat karena sebenarnya tidak terlalu esensial untuk digunakan dalam proses komunikasi terutama apabila yang menggunakan anak-anak. Dengan makin kompleksnya pola yang di gunakan para phaedophilis dalam mengeksploitasi anak secara seksual tentu perlu kerjasama yang makin intens terutama untuk menghukum pelaku karena semakin hari tentu dengan perkembangan informasi yang semakin berkembang dimungkinkan akan ada model-model baru dalam protitusi selain itu regulasi mengenai teknologi informasi yang sebenarnya tidak terbatas ini adalah agenda urgen untuk menyelamatkan anak-anak dari eksploitasi
Read more...

Read More..

KRIMINAL DUNIA MAYA

AWASI KEJAHATAN DI DUNIA MAYA

Harus diwaspadai, kriminal dunia maya makin merajalela, terutama dengan acaman virus . Mengancam pengguna komputer — bahkan mulai menyerang pengguna ponsel pintar yang tumbuh empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

“Sejauh ini memang masih sedikit jumlahnya. Sistem kami baru mendeteksi sekitar 750 program jahat yang menyerang smartphone,” ujar Nathan Wang, Direktur Teknologi Kaspersky Asia Pasifik saat berkunjung ke Indonesia pekan lalu. Jumlah tersebut jauh lebih kecil daripada malware penyerang komputer yang sampai akhir tahun lalu mencapai lebih 20 juta jenis.

Cabir yang merupakan jenis worm ini selalu melakukan scanning terhadap perangkat lain selama ponsel aktif dan berusaha menyebar kepada perangkat lain melalui Bluetooth. Saat komunikasi multimedia mulai marak, Maret 2005 muncul CommWarrior, virus pertama yang memanfaatkan MMS untuk menyebarkan diri. Ada pula yang memanfaatkan PC untuk menyebarkan diri seperti Worm.MSIL.Cxover.

Belakangan serangan virus juga sampai merugikan pengguna smartphone secara finansial. Misalnya Worm.SymbOS.Steal War dan Trojan-Spy.SymbOS.Flexispy yang mencuri data. Trojan.SymbOS.Cardblock dan Worm.MSIL.Cxover malah mendelete data dalam memori. Bahkan ada yang membajak pesan singkat seperti Trojan-SMS.J2ME.RedBrowser sehingga ponsel mengirimkan spam secara otomatis.

Pada liburan Imlek 2008 lalu, salah satu pengguna smartphone di TaiYuan, China harus membayar tagihan yang membengkak gara-gara ulah virus. Betapa tidak, akibat terinfeksi, ponselnya secara otomatis mengirim MMS sebanyak 3124 pesan dalam semalam. Daftar tagihannya pun sampai 10 meter.

Baru-baru ini Kaspersky Lab bahkan mendeteksi program jahat yang mencuri uang dengan memanfaatkan transaksi mobile banking melalui SMS. Trojan-SMS.Python.Flocker yang terdeteksi pada Januari 2009 lalu mengirimkan perintah untuk mentransfer uang antara 0,45-0,90 dollar AS ke rekening tertentu.

“Skenario yang ada pada PC saat ini juga sudah berlaku di smartphone,” ujar Nathan Wang. Ancaman virus dan sejenisnya di smartphone tak kalah dengan ancaman di komputer personal.

Untuk mengantisipasi serangan virus di smartphone, pengembang antivirus yang bermarkas di Rusia itu menyediakan software khusus Kaspersky Mobile Security (KMS). Software ini didesain untuk mencegah ponsel terinfeksi layaknya antivirus komputer. KMS didukung pula fitur firewall untuk perlindungan lebih dini.

Seperti halnya antivirus di PC, skema pengamanan yang utama adalah melalui update signature. Setiap kali Kaspersky mendeteksi virus baru, akan dikeluarkan update sehingga perangkat aman dari ancaman. Namun, dengan adanya firewall, ancaman baru yang belum masuk dalam daftar tersebut tetap dapat disaring jika aktivitasnya mencurigakan.

Bahkan, software ini juga telah dilengkapi fitur antimaling karena dibandingkan PC, smartphone lebih mudah berpindah tangan karena sifatnya yang bergerak. Dengan fitur ini, risiko pencurian data-data penting di ponsel dapat ditekan jika seaktu-waktu ponsel hilang.

Keberadaan fitur antimaling tentu penting meningat survei BPMF (Business Performance Management Forum) saja pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 25 persen perangkat bergerak membawa informasi penting. Sementara SANS Institute mencatat 30 persen pengguna kehilangan perangkat genggamnya setiap tahun. Faktanya, The Wincondin Technology Network mencatat lebih dari 250.000 handheld hilang di bandara Amerika Serikat setiap tahun dan sekitar 100.000 perangkat ditemukan di stasiun bawah tanah di London.

Untuk mengaktifkan fitur antimaling, pengguna harus menyediakan nomor kontak selain nomor SIM yang dipakainya. Jika suatu ketika ponsel hilnag dan pencuri mengganti SIM cardnya, perangkat secara otomatis akan mengirimkan SMS ke nomor tersebut dan memberitahukan nomor baru yang digunakan pencuri.

Dengan mengirim pesan clean ke nomor tersebut, seluruh data yang tersimpan dalam memori, seperti SMS, nomor kontak, gambar, dan video akan terhapus. Namun, untuk sementara fitur tersebut hanya dapat dipakai untuk menghapus memori internal saja. Pesna lock juga dapat digunakan untuk mengunci ponsel sehingga tak dapat digunakan.

“Ke depan akan kita lengkapi dengan GPS tracking sehingga lokasi pencuri dapat langsung diketahui,” ujar Wang.

Baik fitur antimaling maupun antivirus pada dasarnya disediakan untuk mengamankan data-data pribadi sejauh mungkin. Dengan kenyataan ini, jelas bahwa perlindungan keamanan terhadap smartphone menjadi mutlak selain tentu kehati-hatian dalam melakukan komunikasi yang semakin bebas dan terbuka.(*/dari berbagai sumber)
Read more...

Read More..

PENGGUNAAN UU ITE

JANGAN SALAH GUNAKAN UNDANG- UNDANG ITE

Jakarta, Kompas - Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik tidak bisa sembarangan dipakai untuk menjerat warga yang dituduh mencemarkan nama baik orang atau pihak tertentu. Jangan sampai hukum dipakai sebagai alat oleh pemilik modal dan penguasa.

Demikian rangkuman wawancara Kompas, Sabtu (6/6), dengan Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara dan dua anggotanya, Wikrama Iryans Abidin dan Bekti Nugroho, serta mantan Wakil Ketua Pansus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang juga anggota Komisi IX DPR, Yasin Kara.

Menurut Leo Batubara, kasus Prita Mulyasari yang dipidanakan karena mengirimkan surat elektronik tentang kekecewaannya terhadap pelayanan sebuah rumah sakit hanyalah satu contoh dari beberapa kasus penggunaan media internet untuk tujuan positif, yang justru berujung pada perkara hukum.

Yang harus diingat, perangkat hukum dibuat bertujuan menciptakan keadilan, khususnya bagi rakyat kebanyakan. Untuk itu, penegak hukum harus kembali mengacu pada tujuan awal itu setiap kali bertindak.

Menurut Wikrama, sejak awal rencana pembuatan UU ITE, pihak media, termasuk Dewan Pers, tidak pernah dimintai pendapat. Dengan demikian, UU ITE tidak merepresentasikan kepentingan publik, apalagi UU ITE dianggap berpotensi melumpuhkan hak rakyat untuk mengeluarkan pendapat, mengkritik, dan mengeluh.

Yasin Kara menyatakan, Undang-Undang ITE tidak perlu dihapus. Namun, jika revisi dibutuhkan, sebaiknya segera dilakukan. Revisi tidak hanya berupa pengurangan materi, tetapi bisa juga berupa penambahan. Terkait dengan Pasal 27 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, penambahan keterangan atau ketentuan patut diberikan agar pasal tersebut tidak menjadi pasal karet.

Dalam kaitan dengan penggunaan Pasal 27, Yasin menilai ada salah kaprah pemahaman dari jaksa penuntut umum. Pasal 27 memang tidak termasuk pasal-pasal dalam UU ITE yang butuh peraturan pemerintah, tetapi penggunaan pasal itu dalam kasus Prita tidak relevan karena pasal itu justru membicarakan soal hak atas suatu informasi.

Landasan hukum
Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Infomatika Cahyana Ahmadjayadi membantah pendapat yang menyebutkan UU ITE bakal menghambat kebebasan berpendapat setiap orang. ”Tidak betul pendapat itu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, UU ITE dibuat untuk memberikan landasan hukum transaksi dan komunikasi elektronik, seperti e-business, e-commerce, dan e-banking.

Berkaitan dengan kasus yang menimpa Prita, Cahyana mengingatkan ada dua kata kunci yang disebutkan dalam Pasal 27 UU ITE yang jadi kunci kasus Prita. Kedua kata kunci itu adalah ”dengan sengaja” dan ”tanpa hak”.

Pertanyaannya, apakah Prita memang dengan sengaja mau mencemarkan atau menghina rumah sakit yang pernah merawatnya? ”Menurut saya, Prita tidak dengan sengaja mau menghina atau mencemarkan nama baik karena ia hanya menyampaikan keluhan mengenai apa yang ia alami,” kata Cahyana. ”Hak Prita juga diatur dalam UU Perlindungan Konsumen.”

Pertanyaan kedua, apakah Prita memang tak punya hak? ”Menurut saya, Prita jelas punya hak untuk menyampaikan keluhan mengenai apa yang dialaminya. Prita konsumen karena ia pasien dari rumah sakit itu,” katanya.

”E-mail Prita bukanlah penghinaan,” katanya.

Cahyana juga menjelaskan, dalam UU ITE, selain soal unsur ”dengan sengaja”, ”tanpa hak”, alat bukti elektronik juga harus diuji melalui forensik digital terlebih dahulu.

Untuk menahan seseorang, kata Cahyana, seperti diatur dalam Pasal 43 Ayat 6, penyidik melalui penuntut umum wajib meminta penetapan ketua pengadilan negeri setempat dalam waktu 1 x 24 jam. ”Jadi, ada tahapan yang harus ditempuh,” kata Cahyana.

Soal eksistensi UU ITE, Cahyana menjelaskan, UU ITE berlaku sejak diundangkan 21 April 2008. Adapun dalam Pasal 54 Ayat 2 disebutkan, peraturan pemerintah harus sudah ditetapkan paling lama 2 tahun setelah UU ini diundangkan.

Bukan tindak pidana
Nada yang sama disampaikan praktisi hukum Amir Syamsudin. Menurut Amir, tindakan Prita menulis surat elektronik berisi komplain atas pelayanan RS Omni Internasional Alam Sutra, Tangerang, bukan tindak pidana. Itu karena Prita hanya menulis apa yang dialaminya dan hal itu patut diketahui publik demi kepentingan umum.

Dasar pemikiran Amir berpijak dari isi Pasal 310 Ayat 3 KUHP yang berbunyi ”tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri”.

”Isi e-mail Prita hanya menceritakan apa yang ia alami dan itu adalah kebenaran sehingga Prita tidak bisa dipidana. Jadi, saya sungguh tidak mengerti mengapa ia harus ditahan lalu diadili segala,” tutur Amir.

Amir menyikapi secara kritis penggunaan Pasal 45 Ayat 1 juncto Pasal 27 Ayat 1 UU ITE, serta Pasal 310 Ayat 2 dan Pasal 311 Ayat 1 KUHP untuk menjerat Prita. Menurut Amir yang juga pengacara itu, Prita tidak bisa dijerat dengan UU ITE karena ia menceritakan kejadian yang ia alami dan itu merupakan fakta.

Sementara itu, ahli hukum pidana dari Universitas Indonesia, Rudi Satryo, menjelaskan, pasal pencemaran nama baik dalam KUHP lebih berdimensi hukum privat ketimbang publik. Dengan demikian, isu pencemaran nama baik lebih tepat jika hanya termuat di dalam KUH Perdata. Rudi cenderung berharap pasal pencemaran nama baik suatu saat dihilangkan dari KUHP.

”Menurut saya sudah seharusnya hilang, lebih besar sifat hukum privatnya daripada hukum publiknya,” kata Rudi.

Dari sisi lain, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Indah Suksmaningsih mengatakan, kasus pengiriman surat elektronik yang menempatkan Prita sebagai terdakwa kasus pencemaran nama baik merupakan bentuk pembungkaman terhadap konsumen.
Read more...

Read More..

Monday, April 6, 2009

YOUR FATS

The Good, The Bad, And the Ugly Fats

We’ve been brainwashed. Deep in our hearts and minds we’ve completely bought into the conventional wisdom that “fat” – any fat – is bad. Certainly, when fat is packed around our mid-section, that couldn’t be more true. And when the food we eat is loaded with it, that’s not really a good thing. But the issue of dietary fat is complicated by the fact that there are good fats and even essential fats. All fats deliver nine calories per gram (compared to four from a gram of protein or carbohydrate), which means they pack twice the potential to be stored in the body – not good. But now we know that saturated fats have a significantly higher likelihood than monounsaturated fats to cling to the walls of our coronary arteries. And there is something called Omega-3 oils, which are among the so-called essential fats that actually improve and maintain the health of our hearts and promote a strong metabolism through the prevention of inflammation. So if you still think that health and fitness is as simply as counting calories, think again. Pick and choose your fats for a longer, healthier life and a better metabolism.

Less Really Can Be More…
Fitness is a journey, and a healthy, fast metabolism is the vehicle for it. People seeking to elevate their metabolism are often highly motivated, and in an ironic twist of biochemical fate, that’s precisely what can create a roadblock along the way. Because with all the many things we can do to jack our metabolism and super-charge our diet and fitness regimen, the temptation to succumb to a more is better philosophy is always whispering to us. We rationalize that if eating fewer calories is good, then we’ll go the extra mile and really skimp on food. Or that if a half hour on the treadmill is good, then three hours is better. Unfortunately, our bodies haven’t signed up for all the pop-culture fitness programs out there. There are limits and specific parameters when it comes to changing your metabolism, and if you don’t know them you risk compromising your progress. For example, it’s actually better to eat five or six smaller, healthy meals than it is to eat the traditional three meals a day, no matter how healthy they are. Be sure to match your level of knowledge with your level of commitment. You’ll get to your goal quicker, and without the pain and sacrifice you might expect.

Of Role Models and Gym Rats…
If you’re new to fitness, and if going to the gym is part of your overall approach to improving your metabolism (it should be), then it’s easy to look around and see all sorts of people who look like they belong there doing all sorts of things wrong. In fact, sometimes the most experienced gym rats wearing the coolest workout gear and lugging around a gallon jug of water (which looks really, really cool) are the worst role models to emulate. That’s why studying proper technique, and even using a personal trainer to help you understand it, is critical to your progress. In the context of fitness and metabolism management, the process of weight lifting isn’t about strength and personal records as much as it is about biochemistry. Your goal shouldn’t be to bench press more than the next person, or even more than you did last week, but rather, to stimulate the muscle in a precise fashion for the purpose of generating a biochemical response. It takes study and knowledge, and frankly you don’t often see it done perfectly in most gyms. So as you commit to reaching your goals, commit to being the one person in the gym that does it the right way, which conveniently is also the most effective.
Read more...

Read More..

ACNE FACT AND FICTION

Acne Fact and Fiction! Do Stress, Facials and Concealer's Help to Promote or Reduce Acne Breakouts?


What is Acne? People have differing opinions as to what acne really is. So, what exactly is acne? Do a couple of occasional but recurring zits qualify as a case of acne or do you have to have a lot of zits?

Believe it or not, the answer is that occasional pimples or zits do not constitute a true case of acne. Although zits do seem to have the ability to appear almost instantaneously and at the most inopportune times like picture day, prom night, spelling bees, sporting events, dates, and special award ceremonies, they are not a true acne outbreak.

The dictionary defines acne as "an inflammatory disease of the sebaceous glands, characterized by comedones and pimples, especially on the face, back, chest, and, in severe cases, by cysts and nodules resulting in scarring."

The anatomical definition of sebaceous glands is: "small subcutaneous glands usually connected with hair follicles. The follicles secrete an oily semi-fluid matter, composed in great part of fat, which softens and lubricates the hair and skin."

Real acne outbreaks are actually a disease of the skin. However, the great news is that acne is treatable. Although it can be very embarrassing, cause great emotional distress, and lower your personal self-esteem for a period of time, acne is not fatal.

There are new and effective treatments being sought by researchers and great advances have been made in the treatment of acne in the last few years. Years ago, when a person had acne, they were pretty much stuck with the problem. There were very few treatments available and the medical profession didn't even consider acne a disease.

It was long thought that acne was the direct result of a diet that was too high in fat and/or sweets. That is no longer the case. Acne is most often associated with puberty and the onset of pre-teen and teenage years but it can and does develop in adults as well. When acne does finally heal, there can be permanent scars left (from picking and popping) that are unsightly and cause patients to suffer long term emotional distress and low self- esteem.

New and very effective skin resurfacing treatments have been developed over the last several years that have, if not completely removed acne scars, at least diminished their appearance and severity.

Acne Fact or Fiction: You can hear a lot of tall tales about acne today, so let's take a look at the fact or fiction of acne. It is always better to be well armed with factual information so that you don't get fooled by the fictional facts that surround acne.

Fictional Fact #1: Acne is caused by a lack of sexual activity. Factual Fact: Acne and sexual activity are two entirely separate issues. One has no bearing on the other. Hormones secreted during puberty and young adulthood does have a bearing on acne. They also have a bearing on sexual arousal and activity. However, acne has no bearing on sexual activity nor does sexual activity have any bearing on acne.

Fictional Fact #2: People have acne because they are dirty. Factual Fact: Dirt has no part in acne. Dirt is dirt. Acne is acne. One has nothing to do with the other. Acne is a build up of oil, dead skin cells, and bacteria. Dirt isn't involved. Keeping the face clean can and will help to prevent clogged pores but dirt does not cause acne.

Fictional Fact #3: Dermatologists can cure acne.
Factual Fact: Dermatologists can TREAT acne. They can help to alleviate the symptoms and help to clear up the pimples, black-heads, and white heads. They can prescribe antibiotics and topical ointments, lotions, and creams that will help but there is no cure at this time for acne.

Fictional Fact #4: Acne is simply a skin problem.
Factual Fact: It's true that acne affects the skin but it can also affect the way a person sees himself or herself. Acne and the scarring it can leave behind may cause a sufferer to become depressed and develop low self-esteem, both of which can lead to larger and more complex life socialization problems. Acne sufferers need the loving support and reassurance from their family and friends.

Acne and Stress:
Can stress actually cause acne? There is ample evidence available to suggest that stress can most assuredly cause an acne breakout or make an existing breakout worse. Our bodies are highly developed chemical laboratories that produce all sorts of stuff.

At puberty, our body begins to produce an abundance of male hormones and this happens in both boys and girls. This overproduction of male hormones can happen at other times in life besides puberty; for example, when a girl or woman starting or stops taking birth control pills.

These male hormones cause the bodies sebaceous glands to shift into overdrive and begin producing sebum. The sebum then travels up hair follicles, clogs the pores and begins the acne development cycle. However, male hormones are not the only cause for the sebaceous glands to begin producing an overabundance of sebum. When we become extremely stressed or overly emotional, our bodies react by causing the adrenal glands to produce a substance known as Cortisol, which is released directly into the bloodstream. Then the chemical chain reaction continues as the sebaceous glands release sebum, the sebum travels up the same hair follicles, clogs the pores and acne develops.

The physical changes in the body can cause exactly the same chemical chain reaction as the emotional changes in the mind. The mind/body connection is very real. Maybe some of it really Is in your head. If that's the case, there is help available to help people deal with the acne that is caused by stress. Reducing stress will just naturally reduce sebum production by the sebaceous glands and reducing sebum production will help to alleviate an acne breakout. Therefore, when you learn to reduce and control you stress levels, this part of the chemical chain reaction is minimized.

It really it isn't any different than restoring a hormonal balance to your body that reduces sebum production. So, in the final analysis, both factors that cause excessive sebum production should be addressed. Solving one problem might help; however, solving both problems could eliminate acne altogether.

Acne Facials:
If you are part of the 95 of the population who suffer from acne, you have more than likely seen TV or print media advertisements for acne facials. Have you ever wondered if there is anything to the claims that their manufacturers make?

In general, the answer is yes! Most acne facials are very effective, pretty much worth the price, and can be used in conjunction with your usual acne fighting regime. They won't necessarily replace any part of what you are already doing; but, rather enhance the overall effects.

You can find acne facials in most health stores, at many cosmetic counters, and online. As a matter of fact, you can probably complete a better comparison of available products online than you can anywhere else.

Most of these acne facial products provide for a three-step program. The first step is a complete facial cleansing. The next step is a steam massage. The final step is a facial mask. The first two steps are designed to prepare the face. The steam massage softens the black heads and the white heads to remove toxins from your skin. The facial mask serves to remove the dead skin cells from the face and to moisturize it as well. The overall effect of the acne facial is a very relaxing, calming, and cleansing experience. It just plain feels good. Anything that helps to calm and sooth your stress can't be bad because we all know that acne is aggravated by high stress levels. Acne facial masks can be used in addition to other parts of your acne prevention and treatment regime or you may find that the facial can, in fact, actually replace some things that you are currently doing.

Acne Concealer's:
One of Newton's laws of physics laws says that, "For every action, there is an equal and opposite reaction." That law of physics spills over into a lot of our life situations. For example: A young woman gets a zit and wants to cover it up. The cosmetics industry has a multitude of products designed to do just that. Okay, that's a little far out there but you get my point.

The acne pimples, whether they are white heads or black heads should never be picked at or popped. If they are popped or picked, it can and normally does result is a scar that is much harder to get rid of than the actual pimple, black head or white head. Popping a pimple is not going to make it go away. In fact, popping a pimple is only going to make the acne worse.

Still when you get a zit, you have to go out and face the world so you are looking for ways to make your skin look clear. You want to disguise the zit and make it as unnoticeable as possible. Here is where the cosmetic industry can help. There are a multitude of products designed to make a zit less noticeable. You don't want to use a product that just adds to the problem by adding additional oil to already oily skin. So, you do need to remember, that when you use a cover product to make the zit less noticeable, you need to totally clean the product from your skin immediately when you return home.

Some of the better known as well as more effective cosmetic concealer's on the market today are:
1. Dermablend Smooth Indulgence Concealer: This product produces a smooth matte appearance and was designed specifically for covering acne blemishes as well as for covering Rosacea and dark circles under the eyes.

2. Flawless Skin by Prescriptives: This product will not aggravate acne but will supply a medium to full coverage and it contains SPF 25 for protection from the sun.

Don't let acne control you; but rather, become smart and learn how to control the negative influences in your life that create a positive situation for acne to develop!
Read more...

Read More..

THE HEALTH ARTICLE

The Cholesterol Buzz


The health field is really humming and, if you listen closely, everyone seems to be talking about cholesterol. Nowadays, everyone seems to be declaring all-out war on the substance. The rally to lower cholesterol levels and eliminate it from our diets has taken on the fire and brimstone, reminiscent of a turn-of-the-century religious debate.

Practically every medical, government, and health organization in the country has jumped on the band wagon. And, if you’ll notice, all of this always seems to coincide with the release and the FDA’s approval of some miraculous new anticholesterol drugs. The timing is almost uncanny.

Normally, an outpouring concern of this magnitude would come on the heels of some new breath-taking research. Has medical research finally discovered that cholesterol is the cause of heart disease? Hardly. It appears instead that the breakthrough concerning cholesterol has more to do with the development of new drugs to get rid of it than it does with it being the primary cause of our number-one killer—heart disease.

Make no mistake, I’m all for stopping heart attacks, which kill more than 500,000 people in this countr95

Read more...

Read More..

Sunday, February 8, 2009

BELAJAR IKHLAS...

MENCAPAI IKHLAS; KOLABARASI OTAK DAN HATI


IKHLAS. Betapa sering kita mendengar kata tersebut tiap harinya, terutama di tempat-tempat peribadatan. Ikhlas menjadi sesuatu yang senantiasa digaungkan oleh para pemuka agama apa pun. Namun, seberapa banyak orang yang benar-benar dapat menghayati makna ikhlas hingga ke lubuk hati atau bahkan berhasil menjalaninya?


IKHLAS adalah bagian terpenting dari pencapaian hidup manusia. Ikhlas merupakan perilaku hidup tertinggi yang dipedomankan Tuhan kepada manusia. Di dalamnya terkandung makna kesabaran, kepasrahan, dan penerimaan yang memungkinkan manusia semakin dekat dengan Tuhan.

Ikhlas juga merupakan kondisi perasaan dalam hati, bukan sekadar aktivitas pikiran. Oleh karena itu, belajar ikhlas juga berarti belajar dengan hati, yang berarti mengikuti kata hati. Kedengarannya memang mudah, tapi barangkali masih banyak di antara kita yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.

Pendiri Katahati Institute Jakarta, Erbe Sentanu kepada "PR" menyatakan, metode keikhlasan dicapai melalui pikiran (otak) 12 persen dan hati (jantung) 88 persen.

"Oleh karena itu, keikhlasan seseorang bisa diukur dengan melihat kondisi kesehatan jantung dan otaknya. Orang yang sudah benar-benar menerapkan keikhlasan dalam hidupnya, kondisi otak dan jantungnya akan jauh lebih baik daripada orang yang tidak atau belum ikhlas," tutur pria yang akrab disapa Nunu.

Ia juga menilai, kesulitan seseorang untuk mempelajari dan menerapkan ikhlas karena manusia senantiasa berpikir secara shopisticated (canggih) dan complicated (kompleks), sehingga keikhlasan menjadi sulit dicerna. Padahal, lanjut Nunu, untuk meraih keikhlasan itu sederhana saja.

"Sebagai sebuah aktivitas hati, untuk mencapai ikhlas kita harus mengistirahatkan pikiran kita. Dengan kata lain, memindahkan kesadaran kita dari otak ke dalam hati," tukas Nunu.

Oleh karena itu, pihaknya senantiasa memberikan pengajaran dan penerapan langsung untuk ikhlas melalui teknologi ikhlas. Teknologi ikhlas ini berisi program aplikasi praktis ilmu pengetahuan modern untuk melatih, mengukur, membuktikan, dan memproduksi tingkat keikhlasan hati seseorang guna memudahkan manusia mencapai tujuan hidup.

Teknologi ikhlas atau yang disebut ultimate self development technology ini merupakan hasil penggabungan kekuatan budaya Timur dan Barat, serta ilmu pengetahuan terkini seperti neuro science, brain science, dan tuntunan bijak falsafah hidup dan tauhid keagamaan untuk meraih kesuksesan hidup secara menyeluruh.

Teknologi ikhlas ini sifatnya otomatis. Kita tidak perlu memercayainya untuk memperoleh manfaatnya. Seperti kita tidak perlu percaya kepada handphone yang dapat mengirim sebuah pesan pendek (SMS), tapi cukup dengan melakukan prosedur pengiriman dengan benar. Itu saja.

Ketika kita tahu prosedur ikhlas dan mampu hidup ikhlas dengan mental fisiologis prosedur yang benar, keinginan-keinginan menjadi jauh lebih mudah untuk diraih. Oleh karena itu, yang perlu kita ketahui adalah bagaimana cara untuk menyempurnakan metode atau prosedur keikhlasan dalam hati dan pikiran.


FOCUS PIKIRAN
Untuk mencapai tahap ikhlas, tahap pertama yang harus dijalani adalah melatih pikiran kita untuk fokus (mind focus), guna meningkatkan kekuatan pikiran, kecerdasan emosi, dan kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan dengan mudah dan menyenangkan.

Untuk melatihnya, dilakukan pengelolaan gelombang energi otak atau yang disebut brainwave management. "Pada tahap ini kami memanfaatkan audio digital player yang sudah diriset selama lebih dari 40 tahun di berbagai lembaga riset dan universitas-universitas di dunia, terutama di negeri Barat," ucap Nunu.

Gelombang energi otak ada empat. Pertama, gelombang beta, 14 -100 Hz, di mana pikiran kita sadar dan senantiasa memakai logika. Di gelombang ini biasanya stres, rasa kesal, cemas, dan keinginan untuk senantiasa kerja keras berkumpul," kata Nunu.

Kedua, gelombang alpha, 8 -13,9 Hz. Gelombang ini disebut juga alam bawah sadar, tempat terjadinya relaksasi dan imajinasi. Ketiga, gelombang theta, 4 -7,9 Hz. Pada gelombang ini intuisi manusia berada. Keempat, gelombang delta, 0,1 -3,9 Hz. Pada gelombang ini, seluruh pikiran kita beristirahat, biasanya dicapai pada saat kita tidur.

Pengelolaan gelombang energi otak tersebut melatih pikiran kita agar lebih mudah mencapai alam bawah sadar atau berada pada gelombang alpha dan theta. Karena pada kedua gelombang tersebut, manusia bisa menjadi lebih rileks, tenang, dan tingkat kreativitasnya sangat tinggi.

Mark Fisher, seorang milioner yang mencapai kesuksesan dengan cara yang cepat (instant millioner) berkata, "Jika Anda membuat pikiran bawah sadar Anda bekerja, maka Anda pasti akan sukses. Dan Anda tidak akan mungkin bisa menghindari kesuksesan tersebut."

Pengelolaan gelombang otak tersebut akan membantu kita untuk menemukan tombol ikhlas pada otak kita. Menurut Nunu, tombol ikhlas otak manusia terletak tepat di bagian tengah otak kita.

Untuk mengaktifkan tombol tersebut, kita tekan bagian tengah kening kita sambil membayangkan sebuah garis imajiner yang menembus langsung ke bagian belakang kepala kita. Lalu ambil titik lain di bagian tengah samping kiri kepala kita, dan bayangkan lagi sebuah garis imajiner dari kiri kepala kita yang menembus hingga ke bagian kanan kepala kita. Titik pertemuan kedua garis imajiner itulah yang mejadi tombol ikhlas atau god spot dalam otak kita.

"Sambil membayangkan garis-garis imanjiner tersebut, kita berusaha untuk menenangkan pikiran kita, lupakan segala permasalahan, dan mencoba bicara dengan Tuhan," tambah Nunu.

Ia mengutip pernyataan Dr. Ebrahim Kazim, pendiri Islamic Academy di Trinidad, para ilmuwan menemukan god spot atau pusat spiritualis di temporal lobe, sebuah titik pada bagian tengah otak, yang apabila diaktifkan dapat menjadi antena untuk komunikasi dengan Tuhan.


FOCUS HATI
Tahap berikutnya adalah pemfokusan hati (heart focus). Untuk mencapai fokus hati, dibutuhkan pengelolaan gelombang energi hati (heartwave management) yang bertujuan meraih keikhlasan melalui jantung dan perasaan serta menemukan tombol ikhlas di hati.

Metode ini digunakan untuk membongkar akar terdalam dari nafsu yang tak terpuaskan, keinginan untuk menang sendiri, keresahan, ketakutan, dan kepalsuan hati seseorang. Dengan begitu akan menciptakan proses pencapaian kesuksesan hidup lahir batin menjadi begitu sederhana, mudah, sekaligus menenteramkan.

Untuk mencapai ikhlas, sekaligus kembali kepada fitrah manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang paling mulia, menurut Nunu, tekniknya sederhana saja. Yang diperlukan hanyalah menghapus berbagai sifat ketidaksempurnaan manusia yang sempat terprogram di dalam hati atau bawah sadar.

Sifat ketidaksempurnaan ini terdiri dari berbagai nafsu yang menimbulkan perasaan serba tidak cukup, kekurangan, atau sebaliknya, merasa lebih dari yang lain, sekaligus perasaan takut gagal. Dengan membersihkan sifat-sifat ketidaksempurnaan itu, secara otomatis kita akan kembali merasa dan mulai menikmati fitrah hidup yang penuh dengan kesempurnaan.
Nunu Sentanu (Katahati Institute)
Read more...

Read More..

Tuesday, January 20, 2009

SERBA SERBI BUDAYA JEPANG

Hanami

Hanami (Tulisan di blog `Belajar dari Alam`)

p1050413.JPG
Musim semi sangat ditunggu kedatangannya oleh orang Jepang karena di musim inilah sakura bermekaran….

Bahkan tiap hari acara di TV dipenuhi dengan laporan bermekarannya sakura di seantero Jepang.

Tahun ini sakura di Tokyo bermekaran lebih awal 4-5 hari dibandingkan tahun lalu. Di Nagoya pun demikian. Mekarnya sakura yang sudah berumur ratusan tahun bahkan menjadi topik menarik acara2 di TV.

Orang Jepang pun menikmati mekarnya sakura dengan tradisi `hanami` yaitu hana wo miru atau melihat bunga. Tradisi hanami menggambarkan kegembiraan warga Jepang dengan adanya pergantian musim dan perubahan alam. Hanami tidak hanya dilakukan pagi atau siang tapi hingga larut malam, dengan minum sake, makan makanan khas Jepang, layaknya pesta kebun. Semuanya bergembira…

Namun akhir-akhir ini tradisi hanami membawa dampak negatif. Banyak orang Jepang yang mabuk dan angka kecelakaan pun meningkat. Taman pun menjadi gunung sampah. Di saat hanami kelihatannya kesadaran tertib buang sampah menjadi luntur. Sayang sekali…

Tapi di sisi lain, hanami seperti sebuah `rehat` singkat dari striknya hidup orang-orang Jepang. Pun merupakan pembelajaran berharga bagi anak tentang alam dan tradisi.

Read more...

Read More..

Saturday, January 17, 2009

HIDUP DI JEPANG


SERBA- SERBI MAKANAN JEPANG


Makan masakan Jepang memang enak sekali, selain kandungan minyak dalam setiap masakan tidak begitu banyak, kandungan gizi dalam makanan memang benar benar dihitung sesuai dengan kebutuhan yang di perlukan oleh tubuh. Contohnya; sewaktu masuk ke sebuah rumah makan dan memesan nasi dan lauk pauknya saja, pasti sewaktu makanan pesanan datang, di lengkapi dengan beberapa tambahan seperti sup (di jepang disebut miso sup) , dan sepiring kecil acar (setiap toko acarnya rasnya beda-beda), dan yang paling sepesial dan menjadi kebiasan di setiap rumah makan di Jepang ini,

kalau baru masuk dan duduk yang pertama di keluarkan oleh staf toko adalah segelas air putih/teh, dan tisu basah atau handuk untuk bersih tangan. Yang paling saya kagumi dengan makan makanan jepang adalah nasi putih tidak terlalu banyak, tapi yang paling penting lauk pauk dan sayur mayurnya harus balan dan seimbang, beda dengan saya sewaktu di Indonesia dulu nasi puti banyak dan tempe saja sudah cukup,,,yang penting perut kenyang.....ha,,haa...haa...apalagi ada sambal ,,tamba paten Read more...

Read More..

Thursday, January 15, 2009

PERAWATAN LANSIA DI JEPANG

Perawatan Lansia di Jepang: Catatan Pengalaman,
Pengamatan dan Pembelajaran
Oleh:Dwi Nurviyandari Kusuma Wati

Tujuan
Tiga tahun focus pada perawatan Lanjut Usia (Lansia) di Jepang memberikan inspirasi pada saya untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Dalam tulisan kali ini saya akan memaparkan pengalaman, pengamatan dan pembelajaran yang saya telah dapatkan tentang perawatan lansia dan system pengaturannya di Jepang. Harapan saya tulisan ini dapat memberikan wacana untuk semua kalangan pada umumnya terutama bagi profesi kesehatan di Indonesia untuk mulai serius mengolah perawatan Lansia.

Pendahuluan
Berawal pada November 2004, saya menjalani pelatihan/ magang di Houei Group Nursing Centre Miyakonojo, Miyazaki, Jepang selama sembilan bulan. Dilanjutkan dengan mengikuti program pasca sarjana, sekolah Ilmu Kesehatan di Kagoshima University dengan jurusan komunitas keperawatan (dua tahun program master).
Houei Group Nursing Center menyediakan perawatan lengkap untuk menunjang Lansia dalam berbagai kondisi, yang tujuan akhirnya adalah meningkatnya kualitas hidup Lansia. Selain untuk Lansia dengan gangguan kesehatan, disini disiapkan pula jenis pelayanan untuk Lansia yang masih aktif dan tinggal di masyarakat. Beberapa jenis fasilitas juga dikhususkan untuk Lansia dengan gangguan kognitif seperti demensia. Seluruh fasilitas yang ada dapat dijangkau oleh Lansia dengan jaminan kesehatan yang disebut dengan “Long-Term Care Insurance System”.

Saya berfokus pada penanggulangan jatuh dan cedera yang kerap dialami oleh Lansia dengan demensia untuk penelitian program master. Untuk menunjang penelitian tersebut saya berkunjung dan mengumpulkan data dari sembilan pusat perawatan Lansia (Panti Jompo, pusat rehabilitasi dan rumah sakit khusus Lansia) disekitar Tokyo. Inilah yang membuat saya memahami permasalahan “Aged Society” yang saat ini dihadapi oleh pemerintah Jepang.

Populasi Lansia
Saat ini jepang berada pada pintu menuju masyarakat dengan jumlah Lansia yang besar (Super Aged Society). Berdasarkan sensus nasional Jepang tahun 2003, jumlah total Lansia saat ini adalah 127.690.000 atau 19% (Japan Statistic Bureau) dari jumlah total penduduk Jepang, sebagai tambahan jumlah total anak usia dibawah 14 tahun adalah 13%. Kondisi ini terbalik dengan Indonesia dimana jumlah anak-anak berada jauh diatas jumlah populasi Lansia. Usia harapan hidup yang dicapai Lansia di Jepang untuk pria adalah 78,32 tahun dan 85,23 tahun untuk wanita (Yoshida, 2003)

Suatu hari ketika berbelanja di Supermarket di Miyakonojo saya sengaja memperhatikan para pengunjung yang datang, disetiap mata memandang saya dapatkan sosok Lansia yang sedang berbelanja. Awalnya saya berpikir hari ini adalah hari khusus untuk Lansia, tapi seiring dengan waktu, fenomena seperti ini menjadi pemandangan yang biasa. Dapat kita temukan Lansia dengan mudahnya hampir disetiap fasilitas umum di Jepang, mulai dari pusat perbelanjaan, di pameran lukisan, tempat wisata bahkan perpustakaan umum. Jepang memang menyediakan fasilitas khusus untuk para Lansia dan orang cacat untuk memudahkan mereka menggunakan fasilitas tersebut, sebagai contoh adalah pada sarana transportasi umum seperti bus dan kereta, dapat kita lihat adanya tempat duduk yang diprioritaskan untuk Lansia dan orang cacat yang digunakan sebagaimana mestinya. Lansia di Jepang dapat beraktifitas layaknya semua orang, mereka tetap bersosialisasi satu sama lain dan terlihat enerjik.

Nenek saya saat ini berusia 70 tahun, beliau sangat jarang keluar rumah, sebagian besar waktunya dihabiskannya didalam rumah. Demikian juga kondisi yang dialami oleh sebagian besar Lansia di Indonesia. Aktifitas Lansia lebih banyak berfokus pada kegiatan spiritual keagamaan, mereka mengharapkan ketenangan suasana di hari tua mereka. Tentu saja hal ini sangatlah positif dan perlu untuk dilanjutkan, namun yang ingin saya sampaikan adalah jangan sampai Lansia tidak dapat beraktifitas keluar rumah karena memang tidak disiapkan fasilitas yang dapat membantu mereka.

Saat ini saya berdiri pada dua kasus yang ada. Terdapat perbedaan latarbelakang, budaya, perkembangan social ekonomi dan paradigma tentang “age and aging” dari dua negara ini. Jepang adalah negara berkembang yang sudah mengatur dengan baik pelayanan kesehatan untuk Lansia. Indonesia masih jauh tertinggal karena memang saat ini prioritas pelayanan kesehatan Indonesia masih berfokus pada pelayanan kesehatan Ibu dan anak juga penyakit infeksi, namun demikian tidaklah salah bila kita melihat jauh kedepan dan belajar dari yang telah dipraktekkan Jepang dalam memgembangkan program pelayanan kesehatan untuk Lansia.

System Perawatan Lansia
“Long-Term Care Insurance System” yang diluncurkan dari Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang pada tahun 2000 adalah jawaban untuk mengatasi masalah peningkatan jumlah Lansia. Memberikan support bagi penduduk dalam menghadapai hari tua adalah salah satu dari tujuan system ini (Ministry of Health, Labour and Welfare). Walaupun panjang umur adalah sesuatu yang seharusnya patut untuk di syukuri, namun hal tersebut diikuti oleh masalah social seperti peningkatan jumlah pension dan biaya kesehatan, hal ini tentunya akan meningkatkan beban ekonomi yang harus di tanggung pemerintah. 

Rumah Jompo (Nursing Home), Layanan harian untuk Lansia (Day Service), pusat rehabilitasi dan Rumah sakit khusus Lansia adalah pelayanan Lansia yang banyak ditemui di Jepang. Rumah Jompo adalah pelayanan untuk Lansia dengan tingkat ketergantungan perawatan yang tinggi (fisik lemah), mereka tinggal difasilitas tersebut sampai waktu yang tidak ditentukan, pada umumnya mereka berada di Panti Jompo sampai akhir hidupnya. Layanan harian Lansia adalah jenis pelayanan untuk Lansia yang masih aktif dan tinggal di masyarakat, Lansia datang kepelayanan ini pada pagi hari dan pulang kembali pada sore hari. Layanan harian yang disediakan adalah perawatan dasar (pengukuran tanda-tanda vital, perawatan diri, eliminasi) dan juga sosialisasi berupa olah raga, permainan, keterampilan dan hiburan. Rumah sakit dan rehabilitasi Lansia adalah jenis pelayanan perawatan akut dengan tingkat ketergantungan medis yang tinggi.

Fasilitas pelayanan kesehatan untuk Lansia di tunjang oleh tim kesehatan yang bekerja secara professional. Tim kesehatan terdiri dari dokter, perawat, care manager, care worker, physical therapy, occupational therapy, pharmacist dan nutritionist. Tim kesehatan bekerja sama dalam setiap fasilitas untuk memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna untuk Lansia.
Selama lima bulan menjalani training di Panti Jompo (Houbuen Nursing Home), saya telah mengetahui dengan baik nama, kebiasaan, ruangan dan barang-barang milik pribadi dari semua Lansia (60 orang) yang menetap disana. Hal ini tidaklah mudah, butuh waktu untuk dapat menghapalnya, ini adalah salah satu point penting dalam merawat Lansia dengan gangguan kognitif. Aktifitas Lansia di Nursing home adalah sebuah rutinitas, karena aktifitas yang berulang lebih mudah dipahami oleh Lansia.

Penutup
Menjadi tua dan lemah adalah siklus hidup yang akan di lalui oleh semua manusia, pada fase ini kondisi fisik dan akal bisa dikatakan kembali seperti anak-anak. Memberikan perawatan untuk Lansia selain harus telaten, sabar dan penuh kasih sayang, hal yang membuat berbeda dengan perawatan lain adalah rasa hormat yang harus kita tunjukkan, karena orang yang kita rawat memiliki pengalaman dan usia yang jauh diatas kita.

Perawatan Lansia bukanlah hal baru di Indonesia, saat ini dapat kita temui beberapa fasilitas panti jompo yang dikelola oleh Departemen Sosial atau swasta. Kualitas pelayanan, jenis pelayanan dan jangkauan oleh Lansia adalah hal penting yang harus kita tingkatkan, agar tujuan meningkatnya kualitas hidup Lansia (Quality of Live/ QOL) dapat dicapai.

Artikel terdapat online di: http://www.beritaiptek.com/pilihberita.php?id=322
Read more...

Read More..

Wednesday, December 3, 2008

PERAWAT KE JEPANG

PERAWAT KE LUAR NEGERI?? WHY NOT?!
(Mencermati proses dan prosedur perawat ke LN)




Linda Yani, S,Kep,M.Kes


Anda Perawat??? Berbangga hatilah karena berkat dibukanya EPA (Economic Partnership Agreement) Indonesia memberikan peluang dari berbagai profesi untuk berbagi pengalaman bekerja di luar negeri termasuk perawat. Saat ini pengembangan perawat yang bekerja di luar negeri tidak hanya terfokus pada negari Sakura saja melainkan Korea, Taiwan, Hongkong dan negara asia lainnya.

Informasi perubahan ini menyangkut kesejahteraan kalangan profesi yang perlu ditingkatkan dari berbagai sektor terutama ekonomi. Upaya tersebut kiranya diimbangi dengan target kompetensi yang mesti dipenuhi bagi calon tenaga perawat yang akan ditempatkan di negara sasaran, kejadian serupa terjadi pada perawat yang akan bekerja di Jepang sampai sejauh ini masih dalam wacana karena target yang ditempuh masih jauh dari standar sehingga masih banyak perawat yang gagal lolos seleksi.

Menyangkut tenaga profesi yang saat ini sedang gencar- gencarnya diperbincangkan, kiranya pemerintah memiliki andil dalam menuntaskan program yang layak pakai dan mensosialisasikan secara merata dan menyeluruh sehingga informasi yang diperoleh bagi tenaga tersebut tepat sasaran dan tidak simpang siur. Menganai hal ini calon tenaga perawat LN lebih peka dan pahami betul informasi yang diperoleh sehingga berdampak pada penipuan dan salah tempat (lembaga ilegal).

Berkaitan dengan pembukaan silang tenaga profesi yang dilindungi pemerintah, maka semestinya menjadi hal yang wajar jika setiap lembaga pelatihan ataupun institusi diberbagai daerah memberikan kontribusi dengan membangun jaringan dan informasi bagi tenaga perawat yang berminat bekerja di LN. Satu hal perlu diingat bahwa tidak ada satupun lembaga manapun dan institusi yang mengkalim diri sebagai lembaga yang wajib dan legal sebagai lembaga yang mampu memberangkatkan tenaga perawat ke luar negeri, ini perlu diinfokan secara terbuka. Hal ini untuk mengurangi tindak pidana yang ingin meraup keuntungan pribadi karena secara umum sebenarnya masyarakat belum paham prosedur dan tatacara pemberangkatan yang resmi dan legal.

Sebagai bentuk solidaritas perawat yang etis dan berjiwa ”empati” setidaknya hal ini tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dengan iming- iming janji yang tidak jelas, pungutan uang liar, penyebaran brosur tidak jelas sebagai bentuk kebohongan publik melalui PJTKI- PJKTI yang tak bertanggung jawab.

Bagi tenaga perawat yang ingin berminat bekerja di LN, setidaknya harus lebih berhati- hati dalam cari informasi. Link yang terdaftar, menelusuri berita dengan cermat dan bertanya pada lembaga yang berwenang yaitu pemerintah.

Layak atau tidaknya anda bekerja diluar negeri, tergantung pada niat,motivasi dan kerja keras anda!! Jadi semestinya harus dipupuk dari sekarang...

Read more...

Read More..

Thursday, June 19, 2008

SEKILAS INFO AKTUAL

FENOMENA PENJUALAN NILAI DI PERGURUAN TINGGI

Pada saat kita tahu bahwa mahasiswa tidak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik, bahkan mendapat nilai dibawah batas lulus. Dengan gampangnya sang dosen meluluskan mahasiswa tanpa melalui proses apapun, hanya dengan fulus Rp. 500.000 s/d 1.200.000 (Jual nilai plus nilai skripsi) Parah Abizzzzzzzzzzzz!!!

Entah karena memang sistem pendidikan kita tidak memiliki kontrol yang baik atau otak dari dosen tersebut sudah rusak!!! (itu namanya prostitusi akademik!!)
Ini adalah fakta yang perlu dipublikasikan,...untuk diketahui dan diinformasikan kepada khalayak masyarakat, bahwa fenomena ini adalah hal yang biasa di sebagian institusi pendidikan. Tidak heran kalau produk dari lulusannya payah dalam hal uji kompetensi apalagi jika dihadapkana pada Uji dari luar negeri (kasihan sekale????)

Suatu ketika ada segelintir mahasiswa yang kesulitan masuk kerja, hanya karena tidak mampu bersaing dengan peserta lain dan bahkan yang sudah masuk kerja stress karena tidak mampu mengikuti standar kelayakan yang sudah ditentukan. Alhasil...mahasiswa tersebut drop out dan akhirnya hanya mampu bekerja di instansi dengan kompetitif yang rendah (bagiamana mau berkembang??)

Lihat kembali latar belakang mahasiswa yang hanya mengandalkan uang untuk lulus, yang lebih mengerikan pada saat dosen memberikan alternatif untuk membeli nilai. Taruhlah si A mendapat nilai akhir D, dengan kualifikasi nilai UTS 4,3. Nilai UAS 3,0. Nilai tugas 0, kehadiran Cuma 20%. Bisa dibayangkan berapa nilai akhir yang diperoleh si A. Bulshit kalau mahasiswa tersebut bisa lulus!! Tanpa ada proses apapun. Sebagian oknum yang berlaku hanya anteng diam tanpa dosa...Anehnya kebijakan dari institusi itu tidak menindaklanjuti kejadian itu, apalagi mengusut tuntas kasus tersebut.(mungkin saja ikut andil dengan keuntungan tersebut?, Wallahu A’lam...hanya Allah yang tahu).

Fakta ini menjadi pembelajaran bersama baik itu mahasiswa maupun untuk dosen itu sendiri. Publish ini sama sekali bukan untuk mengintimadasi pihak manapun tapi sebagai kontrol agar profesi dosen tidak dikotori oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, jangan jadikan profesi mulia ini sebagai ladang mengeruk keuntungan pribadi.
Read more...

Read More..

Thursday, May 22, 2008

BANGKITLAH INDONESIAKU

FENOMENA KENAIKAN BBM…

Di tv, koran, majalah, internet akhir- akhir ini banyak membahas masalah kenaikan BBM. Miris memang? karena dampaknya berbuntut pada perekonomian masyarakat. Entah apakah memang kenaikan ini memang dirasa perlu?atau hanya sekedar game politic? Kita gak tau (berbagai spekulasi di ulas dan dilontarkan oleh pengamat politik) walaupun dengan bahasa yang kadang tidak etis bahkan cenderung belepotan…, gak pantes masyarakat Indonesia yang notabenenya mayarakat berbudaya yang menjunjung tinggi moral dan sopan santun. Sidang DPR berantem dan budaya demo anarkis (beginikah hasil reformasi yang kita banggakan??!) atau potret indonesia saat ini??

Satu hal yang kita sorot adalah masyarakat kita yang belum siap dengan Ekonomi Global, belum sanggup mengenal pasar dunia atau juga tidak mau kenal dengan dollar. Masyarakat kita cenderung malas dan tidak kreatif, ujungnya mereka betah berlama- lama menjadi Miskin. Its Ok…Miskin bukan pilihan, Miskin bukan juga takdir. Miskin bisa diolah menjadi kaya asal ada kemauan dan kerja keras. Tapi lihat fenomena sekarang dengan adanya banyak dana bantuan dan subsidi sama sekali tidak membuat masyarakat menjadi kaya tapi malah memperburuk keadaan. Acapkali yang kita lihat banyak pengemis, rumah- rumah di bawah jembatan, anak- anak pengamen makin banyak merajalela di kota- kota besar. Saya pernah berfikir konyol; coba kalau uang hasil korupsi dan 0,005% saja gaji anggota DPR dipotong lalu dibagikan untuk masyarakat miskin, mungkin kita gak semelarat ini?? Yang miskin makin kere, yang kaya makin nista…

Pemahaman ini sepatutnya perlu kita renungkan. PR terbesar buat pemerintah dan kita Bagaimana memberdayakan Masyarakat dan merubah perilaku masyarakat kita? (mengajarkan jiwa wirausaha pada masyarakat, contohnya memperbanyak industri rumah tangga, olahan makanan tradisonal, bazaar anak- anak sekolah, mengembangkan budaya kreatif dll).

Walaupun kita tahu banyak faktor yang mempengaruhi tersebut dan tidak mudah membentuk masyarakat demikian, tidak semudah membalikkan telapak tangan??? Yaaaaaahhh…mau kapan lagi kalau tidak dimulai dari sekarang? Apa mesti tunggu kiamat dulu??? Malu dengan Negara tetangga…boro- boro mau ukir prestasi? Asal jangan kelaparan aja, sudah untung!

Suatu ketika, saya lihat berita bahwa kenaikan BBM masih menjadi polemik diantara anggota DPR padahal kita tahu bahwa keputusan tersebut sudah di syahkan langsung oleh presiden. Dalam debat terbuka antara presiden dengan Ketua DPR dengan gagah perkasanya Si Empunya DPR menolak mentah- mentah keputusan tersebut, aku perhatikan wajah Presiden yang tampak bingung (duh…kasian ya?jadi pemimpin Negara tapi koq gak hargai sama sekali?). saya sama sekali tidak bersimpati dengan Dewan yang terhormat itu…jangan cari simpati rakyat deh ato malah mau nutupin borok angota dewan kalo hanya sekedar nutupin biangnya koropsi dong, berbicaralah dengan hati jangan sok jagoan (KORUPSI? Mati aja deh LO)
Nah…sekedar untuk bahan perenungan dan sekilas pandang, bahwa ini adalah fakta yang ada di Negara tercinta ini. Marilah kita Bangkit untuk berkarya, berbagi dan menghasilkan produksi yang bermanfaat untuk bangsa, tentunya dari berbagai profesi yang anda geluti saat ini!!
(Artikel ini ditulis dlm rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional) Read more...

Read More..

Thursday, May 8, 2008

MENULIS? SIAPA TAKUT???

MENGEMBANGKAN BUDAYA MENULIS

“….. Ah, saya tidak punya bakat untuk menulis…”
”…Menulis itu sulit...”
”…Susah untuk mendapatkan ide untuk menulis…”
”…Menulis adalah pekerjaan yang menyebalkan…”
”…Saya tidak punya waktu untuk menulis…”
”…Pokoknya saya tidak suka menulis…”

Apakah Anda termasuk orang yang melontarkan salah satu komentar di atas? Jangan takut. Anda tidak sendirian. Banyak orang yang sepertinya ”alergi” dengan kegiatan tulis menulis ini.

Mereka merasa demikian karena belum mengenal dan mengalami langsung kedahsyatan dari manfaat menulis. Nah, apa saja manfaat yang dapat kita petik dari kebiasaan menulis? Silahkan simak yang berikut ini. Mudah-mudahan Anda pun mau mencoba menulis dan dapat menikmati manfaatnya.

Penulis perlu melalui tiga tahapan utama dalam menulis, yaitu: tahap persiapan, tahap penulisan naskah awal, dan tahap koreksi. Manfaat luar biasa dari menulis ternyata bisa didapatkan pada tiap tahapan menulis tersebut.
Langkah pertama dalam menulis adalah menentukan tujuan dari tulisan yang akan dihasilkan tersebut: meyakinkan pembaca, menghibur pembaca, menceritakan secara kronologis sebuah peristiwa, ataupun menjelaskan sebuah proses. Tujuan inilah yang nantinya akan dijadikan tumpuan dalam mengumpulkan data, mencari contoh-contoh untuk mengembangkan tulisan, dan memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan pendapat. Tujuan ini juga membantu penulis untuk menjadi lebih fokus dalam upaya mencapai tujuan dan lebih terarah dalam mengembangkan topik yang akan ditulisnya (sehingga tidak melantur).

Kebiasaan merumuskan tujuan dan mengatur strategi yang pas untuk mencapai tujuan juga dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Dengan kebiasaan positif ini, penulis bisa membuat kehidupannya menjadi lebih berarti karena memiliki tujuan. Segala keputusan dan tindakan yang akan diambil pun bisa lebih terfokus, dan terarah untuk mencapai tujuan tersebut.
Setelah tujuan ditetapkan, langkah berikutnya adalah mengumpulkan data ataupun informasi yang cukup untuk membangun tulisannya. Untuk itu, penulis perlu menggali informasi dan data yang diperlukan dari berbagai sumber, misalnya dari bahan-bahan tulisan orang lain di majalah, koran dan buku-buku, percakapan dengan nara sumber, observasi lapangan, ataupun contoh-contoh dari pengalaman pribadi.

Dari proses mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan ini, penulis akan banyak menemukan informasi baru, cerita-cerita seru, contoh-contoh menarik, dan pendapat yang beragam dari banyak orang. Semua ini memacu penulis untuk belajar menyerap informasi yang telah berhasil dikumpulkan. Jadi, tahap persiapan ini merupakan sarana belajar yang ampuh untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Setelah informasi berhasil dikumpulkan, penulis dapat menyusun kerangka dasar penulisan (outline). Untuk melakukan hal ini diperlukan kemampuan untuk berpikir sistematis agar informasi yang disampaikan dapat dicerna dengan baik dan mudah oleh pembaca.
Jika hal ini telah dilakukan berulang-ulang dan telah menjadi kebiasaan yang melekat, maka kebiasaan untuk berpikir sistematis ini juga akan terbawa ke aspek-aspek kehidupan lainnya, misalnya dalam menyatakan pendapat, dalam menyusun perencanaan, dan dalam membuat laporan. Kebiasaan ini merupakan modal penting untuk meraih sukses di mana pun kita berkarya.

Dengan berpegang pada tujuan penulisan dan kerangka dasar yang telah disusun, penulis selanjutnya dapat mengembangkan tulisannya. Pada tahapan ini, penulis dipacu untuk mencari kata-kata yang tepat, susunan kalimat yang benar, konsep, ide, contoh, dan penjelasan yang terjalin dengan harmonis agar bisa dicerna dengan baik oleh pembaca.

Untuk melakukan semua ini, penulis perlu mengaktifkan kemampuan intelektual mereka untuk menjelaskan ide-ide mereka, dan kemampuan berpikir kritis untuk mendukung ide-ide mereka dengan data dan contoh-contoh yang relevan.

Seperti halnya pelukis dan pemusik yang menyatakan perasaan dan pendapat mereka melalui lukisan dan karya musik, penulis pun melakukan hal yang sama. Tulisan dapat digunakan untuk menjadi saluran perasaan dan pendapat yang jika disimpan bisa berdampak negatif bagi tubuh dan pikiran secara fisik dan mental.

Hal ini dituliskan juga oleh James Pennebaker, Ph.D, dan Janet Seager, Ph.D, dalam jurnal Clinical Psychology yang melaporkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan menulis umumnya memiliki kondisi mental lebih sehat dari mereka yang tidak punya kebiasaan tersebut. Pikiran yang sehat tentunya akan memiliki kekuatan untuk memberi dampak positif pada tubuh kita secara..fisik.

Joel Saltzman dalam bukunya If You Can Speak You Can Write mengungkapkan bahwa menulis tidak berhenti pada draft pertama, tapi diperlukan upaya untuk menulis kembali. Jadi, langkah selanjutnya adalah penyuntingan, revisi, dan penulisan kembali untuk menyempurnakan hasil tulisan. Untuk tahap ini, seorang penulis perlu memeriksa kembali tulisannya dengan kritis dan objektif. Ia perlu melihat apakah terdapat ketidakcocokan dalam pemilihan kata, contoh, dan ilustrasi. Ia perlu memeriksa apakah ada kesalahan dalan penyusunan kalimat.

Penulis perlu memutuskan apakah informasi yang disampaikan sudah cukup jelas. Singkatnya, penulis perlu melakukan evaluasi menyeluruh untuk melihat kelemahan dari tulisannya dan melakukan koreksi yang diperlukan agar tulisannya menjadi lebih baik. Untuk melampaui tahap ini dengan sukses diperlukan obyektivitas untuk menemukan kesalahan, keberanian untuk mengakui kesalahan, dan upaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Tanpa ketiga kualitas ini, tak akan ada perbaikan.

Hal ini juga berlaku di kehidupan sehari-hari. Tanpa keberanian untuk melakukan evaluasi diri secara obyektif, keberanian mengakui kesalahan, maka tidak akan ada upaya perbaikan untuk mencapai…..sukses.

Manfaat dari Hasil TulisanManfaat yang diterima penulis ternyata tidak berhenti ketika ia selesai menjalani proses penulisan. Hasil tulisan juga memberikan berbagai manfaat positif yang dapat dinikmati lama setelah tulisan tersebut selesai dikerjakan.
Jika banyak orang yang memilih uang dan kekuasaan untuk mempengaruhi orang lain, maka tidak demikian dengan Kiyosaki dengan bukunya yang terkenal Rich Dad Poor Dad. Buku dan berbagai tulisan lainnya digunakan oleh Kiyosaki untuk ”mempengaruhi orang” melihat pentingnya memiliki semangat wirausaha.

Tulisan juga digunakannya untuk membuka mata pembaca melihat peluang menjadi independen secara finansial. R.A. Kartini juga menggunakan tulisan untuk mempengaruhi orang lain agar mau memberi kesempatan yang sama pada wanita untuk mengecap pendidikan.

Tulisan juga bisa digunakan sebagai sarana berbagi pengalaman. Seperti yang dituliskan oleh Susan K Perry, orang tua Lo Dietrich sangat terpukul ketika sang anak didiagnosa mengidap cystik fibrosis sejak bayi. Ketika Lo mencapai usia 15 tahun, orang tua Lo telah banyak membaca buku dan literatur mengenai penyakit langka tersebut sehingga mereka memutuskan untuk menuliskan buku tentang penyakit tersebut.

Dalam buku ini orang tua Lo membagikan pengetahuan tentang penyakit Cystic fibrosis, dan pengalaman mereka merawat Lo yang terserang penyakit ini sejak bayi. Mereka mengharapkan bahwa orang tua lain dengan pengalaman dan penderitaan yang sama dapat menimba manfaat dari buku tersebut. Inilah yang memberi kepuasan bagi orang tua Lo sebagai penulis buku tersebut.

Didera penderitaan luar biasa dengan siksaan dan isolasi dari dunia luar selama bertahun-tahun, bisa membuat seseorang hilang ingatan. Tapi ini tidak terjadi pada Wei Jingsheng yang dipenjara dan diisolasi selama 18 tahun. Ia tetap bertahan melalui tulisan. Dengan tulisan yang diselundupkan ke luar penjara, ia masih bisa berkomunikasi dengan keluarga tercinta.

Dengan tulisan tersebut ia juga bisa menyampaikan kepada dunia tentang penderitaan yang dialaminya. Tulisan ini juga akhirnya mampu membebaskannya dari penderitaan. Tulisan tersebut telah membuat dunia memberi tekanan pada pemerintah di negaranya untuk membebaskan Wei Jingsheng.

Untuk hidup abadi, seseorang tidak perlu obat-obatan ataupun kekuatan magis, yang diperlukan adalah kekuatan tulisan yang dapat mengabadikan karya dan pemikiran dari penulis. HC Andersen, dengan cerita-cerita dongeng klasik yang ditulisnya, tetap hidup sampai sekarang. Sutan Takdir Alisyahbana, Chairil Anwar, dan Muhammad Hatta sampai sekarang pun tetap abadi melalui hasil tulisan mereka berupa buku roman klasik, kumpulan puisi, dan buku-buku pemikiran ekonomi, yang jelas selain manfaat kepuasan dan manfaat non-material lainnya, tulisan yang dimuat di media atau yang dipublikasikan dalam bentuk buku dapat memberi manfaat finansial bagi si penulis. Steven Covey dengan seri buku pengembangan dirinya seperti

Seven Habits of Highly Effective People, Paul Ormerod dengan bukunya yang kontroversial The Death of Economics, Joseph Stiglitz dengan bukunya yang penuh kejutan Globalization and Its Discontents, telah mengalirkan banyak keuntungan bukan saja bagi penulisnya, tapi juga bagi penerbit buku-buku tersebut.

Tulisan memiliki kekuatan yang maha dahsyat. Tulisan dapat menggulingkan sebuah rezim, tulisan dapat mencegah perang, tulisan dapat membangkitkan semangat hidup, tulisan dapat menyelamatkan nyawa, tulisan dapat mengasah otak, tulisan juga dapat mendatangkan rejeki. Nah, dengan begitu banyak manfaat yang dapat dipetik dari sebuah tulisan, mulai dari proses menulis, kebiasaan menulis, dan dampak menulis bagi diri sendiri dan orang lain, mengapa kita tidak mencoba menyisihkan waktu untuk menulis dan untuk memupuk kebiasaan menulis?

Referensi:
Aribowo Prijosaksono
Pembelajaran untuk para Eksekutif dan Profesional. Read more...

Read More..

Sunday, January 20, 2008

PERAWAT JADI PENGUSAHA

Perawat Jadi Pengusaha? Seribu Satu Peluang Terbuka Buat Lulusan Pendidikan Kesehatan (Wawancara Khusus dengan Kepala Bidang Umum Tenaga Kesehatan Pusat Diknakes Dra Utik Indrawati M Kes)

Pusdiknakes, Jakarta - Pernah dengar seorang perawat menjadi pengusaha? Jika cermat mencari peluang usaha, bukannya tak mungkin, seorang lulusan akademi perawat dapat menjadi pengusaha sukses, bahkan membuka peluang kerja buat teman-teman satu keahlian. Lulusan akademi perawat ternyata tak mesti bekerja di Rumah Sakit (RS) atau klinik, mereka dapat menjadi wirausaha handal dengan memanfaatkan ilmu dan keahlian mereka di bidang medis, tentunya disertai keterampilan manajemen usaha yang taktis. Kepala Bidang Umum Tenaga Kesehatan Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan (Pusdiknakes) Dra Utik Indrawati M Kes mengungkapkan hal itu ketika diwawancarai redaksi belum lama ini di ruang kerjanya. Menurut Utik, saat ini terjadi pemahaman tentang profesi perawat yang kurang tepat di kalangan masyarakat termasuk para lulusan perawat sendiri. Perawat seringkali hanya identik dengan bekerja, padahal mereka justru dapat membuka peluang kerja sendiri yang tak kalah menjanjikan. Berikut petikan hasil wawancara redaksi dengan Utik seputar pendidikan dan profesi perawat serta tenaga kesehatan lainnya: Apa tugas dan fungsi jabatan anda selaku Kepala Bidang Umum Tenaga Kesehatan (Pusdiknakes)?Pusdiknakes sendiri mempunyai tugas melaksanakan koordinasi dan pelaksanaan pendidikan tenaga kesehatan. Organisasi Pusdinakes terdiri dari: Bagian Tata Usaha, Bidang Pendidikan Umum Tenaga Kesehatan, Bidang Pendidikan Khusus Tenaga Kesehatan dan Akreditasi serta Kelompok Jabatan Fugsional.Saya mengepalai Bidang Pendidikan Umum. Artinya, saya mengurusi sekolah-sekolah tenaga kesehatan yang banyaknya 18 jenis. Saya bertugas mengkoordiasikan sekolah-sekolah itu, mulai dari pengaturan seleksi siswa sampai siswa lulus dengan menggunakan kurikulum yang diatur oleh Menteri Kesehatan (Menkes). Kurikulum itu juga harus mengikuti pola yang diatur Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas). Sedangkan Bidang Pendidikan Khusus itu memiliki tugas yang berbeda. Sebenarnya sama juga, mengurusi 18 jenis bidang pendidikan (lihat di halaman Peran, Fungsi dan Kompetensi Institusi Diknakes http://www.pusdiknakes.or.id/-red). Tapi, programnya lebih spesifik, lebih khusus. Kalau umum kan sifatnya regular, misalnya Diploma 3 itu harus 120 SKS kemudian maksimal 120 SKS. Alat-alat praktek yang digunakan tetap sama, tapi dengan program yang sedikit berbeda. Karena, Bidang Pendidikan Khusus mempertimbangkan kebutuhan pendidikan tenaga kesehatan yang dilakukan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Misalnya, tenaga perawat di suatu RS hanya berlatar belakang Sekolah Pendidikan Keperawatan (SPK) yang setingkat Sekolah Menengah Umum (SMU), dia harus ditingkatkan pendidikannya menjadi Diploma 3. Namun, dia tidak bisa hadir di kelas karena pelayanan akan terganggu. Maka, mereka tetap bekerja di RS tapi tetap bersekolah. Kurikulumnya yang didesain khusus untuk mereka atau istilahnya berdasarkan kompetensi. Apa keseharian tugas anda? Kami di bagian umum bertugas mengurusi proses seleksi sampai siswa tamat diwisuda. Jadi, seluruh proses pembelajaran mereka ditangani disini. Mulai dari seleksi siswa, kita keluarkan pedoman acuan setiap tahunnya, persyaratan sampai mekanismenya. Pedoman itu kemudian kita jabarkan dalam bentuk petunjuk teknis yang setiap tahunnya harus kita ganti.Karena, tentunya bergantung pada kalender yang ada. Semua rincian kegiatan kita tentukan. Kita juga atur bahwa sekolah-sekolah itu memiliki batasan jumlah siswa tergantung starata institusinya. Kalau strata A pasti peserta didiknya lebih banyak karena dia mampu mengelola kelasnya lebih banyak. Kemudian, ada pula faktor politis yang harus kita pertimbangkan. Contohnya, seperti kasus Timor-Timur yang kini terpisah dari Indonesia. Kita harus atur bagaimana jika ada mahasiswa asal Timtim yang masih ingin belajar di Indonesia. Begitu juga dalam kasus Aceh sekarang, dari pada anak-anak muda disana menganggur lalu angkat senjata ikut Gerakan Aceh Meredeka (GAM) maka pemerintah berinisiatif membuka lebih banyak lagi bangku pendidikan untuk mereka. Tentunya, juga dengan memberikan sejumlah subsisdi. Sekarang ini sekolah pendidikan kesehatan makin marak, terutama perawat terutama di daerah. Apakah itu tidak akan berakibat terjadinya overload jumlah tenaga, apakah memang kebutuhan tenaga kesehatan terutama perawat di Indonesia masih kurang? Kewenangan untuk membicarakan apakah kita masih butuh tenaga kesehatan itu berada di tangan Pusat Pendayagunaan Tenaga Kesehatan (Pusgunakes). Lembaga itulah yang menentukan apakah tenaga kesehatan tertentu masih diperlukan. Berapa jumlah perawat atau bidan yang dibutuhkan di daerah-daerah tertentu. Tapi, setahu saya Pusgunakes masih menyatakan bahwa di Indonesia kebutuhan itu masih banyak. Dalam susunan skenario yang mereka buat tampaknya sekarang ini memang masih dibutuhkan banyak tenaga kesehatan. Kondisi kita saat ini masih tertinggal bahkan jika dibandingkan dengan Vietnam, kita masih kalah jauh. Di Indonesia sekarang satu perawat masih berbanding dengan 300 penduduk, sedangkan di Vietnam rasionya hanya 1 banding 20. Artinya, ketersediaan tenaga kesehatan di RS-RS Indonesia masih kurang? Tergantung dari mana kita meninjaunya. Jika kita lihat kondisi di RS standar idealnya 1 perawat menangani 2 pasien. Sedangkan sekarang rasio di RS masih 1 banding 30 pasien. Tapi kalau di masyarakat sendiri kebutuhan perawat cukup 1 banding 30. Begitu pula dengan tenaga bidan. Kita masih kekurangan. Jadi masih terbuka kemungkinan bagi pihak privat baik itu yayasan atau swasta untuk membangun sekolah baru. Jadi, masyarakat tak perlu khawatir siswa yang sekolah di bidang kesehatan tidak dapat terserap pasaran kerja? Tidak, tidak perlu worry. RS maupun klinik kita masih sangat membutuhkan banyak tenaga perawat dan tenaga kesehatan lainnya. Justru yang mesti dipertimbangkan adalah sejauh mana kemampuan RS membayar tenaga mereka. Memang RS masih butuh mereka, tapi bagaimana kalau RS tidak mampu menggaji atau membayar mereka ? Sebenarnya, berapa sih gaji ideal yang harus diterima seorang lulusan akademi tenaga kesehatan saat dia bekerja ? Kalau kita ikuti patokan pemerintah, seorang lulusan akademi perawat seharusnya menerima status 2C denagn gaji diatas Upah Minimum Regional (UMP). Bagaimana saran anda untuk masyarakat untuk tidak salah memilih sekolah tenaga kesehatan, misalnya keperawatan, agar mereka mendapat pendidikan dan berkualitas? Mestinya mereka melihat kualitas itu berdasarkan strata yang dimiliki institusi tersebut. Jadi, seharusnya pihak institusi itu harus secara terbuka mengungkapkan strata mereka? Mestinya bilang dong. Institusi itu berada dalam strata mana, A, B atau lainnya. Anda juga dapat mengakses informasi itu melalui Dinas Kesehatan yang ada di wilayah setempat. Kita juga publikasikan secara bebas mengenai daftar akreditasi yang kita telah berikan pada institusi-institusi yang telah ada saat ini. Tadi anda mengatakan bahwa RS saat ini tidak mampu membayar tenaga kesehatan, apakah hal itu memang terjadi, bagiamana efeknya buat lulusan pendidikan tenaga kesehatan? Kita lihat saat ini ada banyak RS yang maju, dan ada pula RS yang secara keuangan belum bagus. Tapi walaupun bagaimana keadaan RS-nya, mereka umumnya masih membutuhkan banyak tenaga kesehatan, termasuk perawat. Masalahnya, pemasukan mereka tak seimbang sehingga dana untuk membayar perawat baru atau tenaga lainnya tidak ada. Itulah yang menyebabkan mereka tak melakukan rekrutmen. Jadi bukan tak butuh, tapi tak mampu membayar. Tapi, ada juga RS yang bagus yang mampu membayar tenaga kesehatannya dengan baik. Jika begitu, apa yang harus dilakukan lulusan sekolah tenaga kesehatan, termasuk akademi perawat yang kini makin menjamur?Solusinya begini, mereka harus sadar, bahwa bekerja di RS bukan satu-satunya jalan yang bisa ditempuh ketika mereka lulus. Mereka bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, membuka usaha misalnya. Saat ini saya kira masih sedikit lembaga penyedia jasa perawat privat yang melayani langsung kebutuhan masyarakat. Misalnya, untuk merawat orang sakit atau orang jompo. Saya kira, tenaga terampil yang memiliki keahlian perawat sangat dibutuhkan untuk melakukan perawatan di rumah-rumah. Tentunya, perawatan yang dilakukan oleh tenaga terdidik jauh lebih berkualitas dibandingkan tenaga tak terdidik. Menurut saya, kebutuhan di masyarakat akan hadirnya lembaga tersebut sangat besar. Itu mestinya disadari. Mereka dapat membuka semacam keagenan dengan menghimpun tenaga-tenaga perawat. Jika di-manage dengan baik, saya kira hasilnya akan baik. Bagaimana dengan persaingan yang dihadapi tenaga kesehatan lokal dengan mulai diberlakukannya Pasar Bebas Asean?Saya kira memang kita harus hati-hati dengan persaingan dari tenaga asing yang mulai masuk ke Indonesia. Di beberapa RS besar, terutama yang dikelola swasta, terutama swasta asing mulai masuk tenaga kesehatan asing, umumnya perawat asing. Biasanya tenaga asing itu berasal dari Filifina, karena selain keterampilannya tinggi juga fasih berbahasa Inggris. Padahal, itulah yang menjadi kekurangan tenaga kita. Ini jelas harus diwaspadai. Bagaimana dengan pengiriman tenaga kesehatan kita ke luar negeri, kabarnya masih banyak permintaan dari negara-negara Timur Tengah?Itu memang benar. Tapi sayangnya, walaupun skill kita bagus, tapi kita sangat kurang dalam penguasaan bahasa Inggris. Inilah masalahnya.Itu perlu kita antisipasi mulai dari sekarang. Menjadi tenaga handal selain skill harus tinggi juga harus bisa bersaing di tingkat internasional. (iis) Read more...

Read More..

KOMENTAR ANDA