
SERBA- SERBI MAKANAN JEPANG
Makan masakan Jepang memang enak sekali, selain kandungan minyak dalam setiap masakan tidak begitu banyak, kandungan gizi dalam makanan memang benar benar dihitung sesuai dengan kebutuhan yang di perlukan oleh tubuh. Contohnya; sewaktu masuk ke sebuah rumah makan dan memesan nasi dan lauk pauknya saja, pasti sewaktu makanan pesanan datang, di lengkapi dengan beberapa tambahan seperti sup (di jepang disebut miso sup) , dan sepiring kecil acar (setiap toko acarnya rasnya beda-beda), dan yang paling sepesial dan menjadi kebiasan di setiap rumah makan di Jepang ini,
kalau baru masuk dan duduk yang pertama di keluarkan oleh staf toko adalah segelas air putih/teh, dan tisu basah atau handuk untuk bersih tangan. Yang paling saya kagumi dengan makan makanan jepang adalah nasi putih tidak terlalu banyak, tapi yang paling penting lauk pauk dan sayur mayurnya harus balan dan seimbang, beda dengan saya sewaktu di Indonesia dulu nasi puti banyak dan tempe saja sudah cukup,,,yang penting perut kenyang.....ha,,haa...haa...apalagi ada sambal ,,tamba paten
Read more...
Saturday, January 17, 2009
HIDUP DI JEPANG
Thursday, January 15, 2009
PERAWATAN LANSIA DI JEPANG
Perawatan Lansia di Jepang: Catatan Pengalaman,
Pengamatan dan Pembelajaran
Oleh:Dwi Nurviyandari Kusuma Wati
Tujuan
Tiga tahun focus pada perawatan Lanjut Usia (Lansia) di Jepang memberikan inspirasi pada saya untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Dalam tulisan kali ini saya akan memaparkan pengalaman, pengamatan dan pembelajaran yang saya telah dapatkan tentang perawatan lansia dan system pengaturannya di Jepang. Harapan saya tulisan ini dapat memberikan wacana untuk semua kalangan pada umumnya terutama bagi profesi kesehatan di Indonesia untuk mulai serius mengolah perawatan Lansia.
Pendahuluan
Berawal pada November 2004, saya menjalani pelatihan/ magang di Houei Group Nursing Centre Miyakonojo, Miyazaki, Jepang selama sembilan bulan. Dilanjutkan dengan mengikuti program pasca sarjana, sekolah Ilmu Kesehatan di Kagoshima University dengan jurusan komunitas keperawatan (dua tahun program master).
Houei Group Nursing Center menyediakan perawatan lengkap untuk menunjang Lansia dalam berbagai kondisi, yang tujuan akhirnya adalah meningkatnya kualitas hidup Lansia. Selain untuk Lansia dengan gangguan kesehatan, disini disiapkan pula jenis pelayanan untuk Lansia yang masih aktif dan tinggal di masyarakat. Beberapa jenis fasilitas juga dikhususkan untuk Lansia dengan gangguan kognitif seperti demensia. Seluruh fasilitas yang ada dapat dijangkau oleh Lansia dengan jaminan kesehatan yang disebut dengan “Long-Term Care Insurance System”.
Saya berfokus pada penanggulangan jatuh dan cedera yang kerap dialami oleh Lansia dengan demensia untuk penelitian program master. Untuk menunjang penelitian tersebut saya berkunjung dan mengumpulkan data dari sembilan pusat perawatan Lansia (Panti Jompo, pusat rehabilitasi dan rumah sakit khusus Lansia) disekitar Tokyo. Inilah yang membuat saya memahami permasalahan “Aged Society” yang saat ini dihadapi oleh pemerintah Jepang.
Populasi Lansia
Saat ini jepang berada pada pintu menuju masyarakat dengan jumlah Lansia yang besar (Super Aged Society). Berdasarkan sensus nasional Jepang tahun 2003, jumlah total Lansia saat ini adalah 127.690.000 atau 19% (Japan Statistic Bureau) dari jumlah total penduduk Jepang, sebagai tambahan jumlah total anak usia dibawah 14 tahun adalah 13%. Kondisi ini terbalik dengan Indonesia dimana jumlah anak-anak berada jauh diatas jumlah populasi Lansia. Usia harapan hidup yang dicapai Lansia di Jepang untuk pria adalah 78,32 tahun dan 85,23 tahun untuk wanita (Yoshida, 2003)
Suatu hari ketika berbelanja di Supermarket di Miyakonojo saya sengaja memperhatikan para pengunjung yang datang, disetiap mata memandang saya dapatkan sosok Lansia yang sedang berbelanja. Awalnya saya berpikir hari ini adalah hari khusus untuk Lansia, tapi seiring dengan waktu, fenomena seperti ini menjadi pemandangan yang biasa. Dapat kita temukan Lansia dengan mudahnya hampir disetiap fasilitas umum di Jepang, mulai dari pusat perbelanjaan, di pameran lukisan, tempat wisata bahkan perpustakaan umum. Jepang memang menyediakan fasilitas khusus untuk para Lansia dan orang cacat untuk memudahkan mereka menggunakan fasilitas tersebut, sebagai contoh adalah pada sarana transportasi umum seperti bus dan kereta, dapat kita lihat adanya tempat duduk yang diprioritaskan untuk Lansia dan orang cacat yang digunakan sebagaimana mestinya. Lansia di Jepang dapat beraktifitas layaknya semua orang, mereka tetap bersosialisasi satu sama lain dan terlihat enerjik.
Nenek saya saat ini berusia 70 tahun, beliau sangat jarang keluar rumah, sebagian besar waktunya dihabiskannya didalam rumah. Demikian juga kondisi yang dialami oleh sebagian besar Lansia di Indonesia. Aktifitas Lansia lebih banyak berfokus pada kegiatan spiritual keagamaan, mereka mengharapkan ketenangan suasana di hari tua mereka. Tentu saja hal ini sangatlah positif dan perlu untuk dilanjutkan, namun yang ingin saya sampaikan adalah jangan sampai Lansia tidak dapat beraktifitas keluar rumah karena memang tidak disiapkan fasilitas yang dapat membantu mereka.
Saat ini saya berdiri pada dua kasus yang ada. Terdapat perbedaan latarbelakang, budaya, perkembangan social ekonomi dan paradigma tentang “age and aging” dari dua negara ini. Jepang adalah negara berkembang yang sudah mengatur dengan baik pelayanan kesehatan untuk Lansia. Indonesia masih jauh tertinggal karena memang saat ini prioritas pelayanan kesehatan Indonesia masih berfokus pada pelayanan kesehatan Ibu dan anak juga penyakit infeksi, namun demikian tidaklah salah bila kita melihat jauh kedepan dan belajar dari yang telah dipraktekkan Jepang dalam memgembangkan program pelayanan kesehatan untuk Lansia.
System Perawatan Lansia
“Long-Term Care Insurance System” yang diluncurkan dari Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang pada tahun 2000 adalah jawaban untuk mengatasi masalah peningkatan jumlah Lansia. Memberikan support bagi penduduk dalam menghadapai hari tua adalah salah satu dari tujuan system ini (Ministry of Health, Labour and Welfare). Walaupun panjang umur adalah sesuatu yang seharusnya patut untuk di syukuri, namun hal tersebut diikuti oleh masalah social seperti peningkatan jumlah pension dan biaya kesehatan, hal ini tentunya akan meningkatkan beban ekonomi yang harus di tanggung pemerintah.
Rumah Jompo (Nursing Home), Layanan harian untuk Lansia (Day Service), pusat rehabilitasi dan Rumah sakit khusus Lansia adalah pelayanan Lansia yang banyak ditemui di Jepang. Rumah Jompo adalah pelayanan untuk Lansia dengan tingkat ketergantungan perawatan yang tinggi (fisik lemah), mereka tinggal difasilitas tersebut sampai waktu yang tidak ditentukan, pada umumnya mereka berada di Panti Jompo sampai akhir hidupnya. Layanan harian Lansia adalah jenis pelayanan untuk Lansia yang masih aktif dan tinggal di masyarakat, Lansia datang kepelayanan ini pada pagi hari dan pulang kembali pada sore hari. Layanan harian yang disediakan adalah perawatan dasar (pengukuran tanda-tanda vital, perawatan diri, eliminasi) dan juga sosialisasi berupa olah raga, permainan, keterampilan dan hiburan. Rumah sakit dan rehabilitasi Lansia adalah jenis pelayanan perawatan akut dengan tingkat ketergantungan medis yang tinggi.
Fasilitas pelayanan kesehatan untuk Lansia di tunjang oleh tim kesehatan yang bekerja secara professional. Tim kesehatan terdiri dari dokter, perawat, care manager, care worker, physical therapy, occupational therapy, pharmacist dan nutritionist. Tim kesehatan bekerja sama dalam setiap fasilitas untuk memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna untuk Lansia.
Selama lima bulan menjalani training di Panti Jompo (Houbuen Nursing Home), saya telah mengetahui dengan baik nama, kebiasaan, ruangan dan barang-barang milik pribadi dari semua Lansia (60 orang) yang menetap disana. Hal ini tidaklah mudah, butuh waktu untuk dapat menghapalnya, ini adalah salah satu point penting dalam merawat Lansia dengan gangguan kognitif. Aktifitas Lansia di Nursing home adalah sebuah rutinitas, karena aktifitas yang berulang lebih mudah dipahami oleh Lansia.
Penutup
Menjadi tua dan lemah adalah siklus hidup yang akan di lalui oleh semua manusia, pada fase ini kondisi fisik dan akal bisa dikatakan kembali seperti anak-anak. Memberikan perawatan untuk Lansia selain harus telaten, sabar dan penuh kasih sayang, hal yang membuat berbeda dengan perawatan lain adalah rasa hormat yang harus kita tunjukkan, karena orang yang kita rawat memiliki pengalaman dan usia yang jauh diatas kita.
Perawatan Lansia bukanlah hal baru di Indonesia, saat ini dapat kita temui beberapa fasilitas panti jompo yang dikelola oleh Departemen Sosial atau swasta. Kualitas pelayanan, jenis pelayanan dan jangkauan oleh Lansia adalah hal penting yang harus kita tingkatkan, agar tujuan meningkatnya kualitas hidup Lansia (Quality of Live/ QOL) dapat dicapai.
Artikel terdapat online di: http://www.beritaiptek.com/pilihberita.php?id=322
Read more...
Wednesday, January 14, 2009
KEAJAIBAN HIDUP DATANG DARI KEYAKINAN DAN KERJA KERAS!!!
RESOLUSI TAHUN 2009
Hai Blogger Mania?? Pa kabar tahun baru??
Menapaki shio kerbau tanah, banyak moment yang akan muncul dan berbaur dengan aktivitas dan kreativitas kita. Salah satu yang paling up to date adalah Agressi Militer Israel yang memborbardir rakyat dan saudara kita di Palestine, sedih dan menyakitkan apabila lihat dan denger perang di jalur Gaza tersebut…(apalagi ada berberapa temenku yang tinggal disana), apalagi sampai detik ini belum ada kabar sama sekali, hidup atau mati saya tidak tahu. Entah siapa dan bagaimana kita berbuat??? Apa hanya dengan doa saja ya. Hmmm...mudah- mudahan segera berakhir ya.
Di Negari kita sendiri, sedang mempersiapkan pesta rakyat atau pesta para aktivis politikus yang akan bertarung d kancah politik sekaligus pesta penghaburan uang yang seharusnya hak para kaum papa yang butuh uang untuk bertahan hidup. Nista banget ya..para elite politik kita yang hanya nampang tenar melalui koar- koar debat kehebatan tanpa lihat banyak rakyat menderita, banjir dimana- mana, korupsi gak ada beresnya, kemiskinan makin merajalela, jakarta tetep muaceettt, PHK mulai bergerak mengancam pekerja...tuh PR pemerintah makin buanyak ya???
Suatu ketika saya melihat ranah politik dipenuhi wajah- wajah asing yang terpampang di setiap sudut jalanan, sampe saya bingung itu sapa toh?? Koq wuaeneh tenan...ada yang senyum, pasang tampang serem, sampe ada yang berpose layaknya artis wae...wualah bedak dan lipstiknya tebel banget re’?? he he he...Eeehh..ada artis juga ding yang laris manis sebagai simpatisan penarik suara gratis rakyat, bukan apa- apa seh??? Cuma koq saya sangsi ya...apa mereka mampu jadi penampung suara rakyat? wong biasa akting koq disuruh urusin rakyat..ntr malah2 akting juga...huhuuuuuuuh!!apes tenan negara kowe.. he he heeee....
Sebut saja namanya Pa Margo, belakangan jadi tenar gara- gara mencalonkan diri jadi caleg di kampungku...rasa- rasanya saya koq tau ya, beliau ini kuliah juga ndak’ lulus, lah wong...kuliahnya juga sealmamater bareng aku....eeehhh..setelah ditilik- tilik si beliau ini punya duit buanyak jadi yaaahhh...maklum saja pengaruhnya gede juga. Cemen ya?? Kalo hanya pake jalan pelicin gitu mah...tukang becak dibayarin juga bisa atuh...hek hekkkk. Pernah dulu temenku iseng nawarin aku maju jadi caleg, ”Eh..lo kenapa seh gak nyaleg aja??? Ntr gw urus deh semua detil- detilnya, pokoknya di tanggung beres”...begitu tawaran temenku itu yang notabenenya pegawai senior pemerintahan,...kujawab aja: ”wah...gw gak bisa anteng boz, repot ntr kalo gw ngiler...he he hee, ngilerin rakyat, ngiler liat uang banyak,ngiler korupsi, ngiler kalo disuruh rapat yang gak jelas juntrungannya ha ha ha huaaaakkk huakkk huakkk cruattttt!!!
Siapa seh yang gau mau jadi kaya??? Tapi kalo begitu caranya sorry man...mendingan kaya begini aja, kerja sambil bermain jauh lebih nyaman,...datang sekali, survey dan kerja trus dapat duit deh...kan lebih enak. Jadi inget waktu aku kerja di manajemen, pagi kerja pulang sore sampe malem masih kerja, fisik kerja pikiran kerja sampe kentut tetep kerja dan yang bikin pengen muntah kalo pakai aksi senyum- seyum kuda buat si empunya yang punya gawe tetep seneng..wuiiihhh....gak enak banget tau!! Alhamdulillah akhirnya kejenuhan itu bisa diatasi setelah keputusan aku untuk keluar dari zona nyaman, walaupun banyak hal yang mesti aku tinggalkan dan aku korbankan, korban rasa, korban fitnah dan korban hati. Pelajaran yang paling berEmas buat gw...jadi tahulah sedikitnya tentang kenistaan organisasi he he he eeee...
Tahun 2009 adalah resolusi terbaik untuk merenung dan memperbaiki diri, setidaknya kesepemahaman hidup dan keselarasan hati dan fikiran untuk lebih teliti dan berdamai dengan diri sendiri dan juga hidup,...segala upaya yang telah dilalui tinggal diperbaiki dan ditingkatkan. Sepenuhnya harus ada perubahan secara signifkan dan terpadu, walau demikian ada banyak hal yang mesti saya penuhi di tahun ini supaya keinginanku untuk bahagiakan orang- orang disekitarku bisa terwujud amin, termasuk orang yang sekarang lagi nemenin aku nulis he he heee...dia senyum- senyum simpul aja tuh sambil nyengggolin tanganku ha ha ha haaaa (trainer koq payah??!!!).
Terima Kasih Tuhan segala limpahan kasihMu dan bahagia yang Kau torehkan buat aku semakin kuat dan teguh memenuhi janjiku, yaahhh,...walau belum sepenuhnya terwujud, seenggaknya aku bisa bertahan dari harga diriku untuk tidak bergelut dengan rasa benci dan dendam. Amin amin amin...aku bisa berjalan sesuai dengan aturan konsepMu. Saya jauh lebih nyaman, itu yang paling penting sehingga apapun yang aku kerjakan rasanya lebih nikmat. Mudah- mudahan kerjaku tetep bisa bermanfaat untuk orang lain amin.
PeMosting; Lindaazza
Read more...
Tuesday, December 30, 2008
SEKILAS CERPEN
RASA YANG TERTUNDA
Setumpuk proposal, program dan prosedur masih menunggu sentuhan tanganku, aku belum juga beranjak dari tempat tidurku,…sejenak aku menghela nafas, sedikit kuseret kakiku.. .huh! ada sedikit lelah dalam hatiku, yahhh…hati. Ini yang aku terus coba netralkan dengan segenap energiku. Saat ini rasanya percuma aku lawan…biarkan sajalah mengalir seperti hembusan angin….hmmm…nikmati saja.
1,5 tahun berlalu tak memberikan kesan apapun, hanya serpihan rasa simpatik yang tumbuh dalam hatiku kala itu, rasa kagum yang aku rasa semuanya biasa saja…pria muda ini berlalu seiring dengan rutinitasku….Akh…ada sedikit lucu berkecamuk dalam dada ini saat aku akui rasa itu terus mengusiliku dalam tidur malamku, walau terkadang aku tertawa kecil…aku akui rasa ini tersimpan rapih dalam hati kecilku seiring dengan waktu, kesibukanku dan lelahku.
Selasa, 29 Desember 2008
Memasuki tahun baru…….
Dia kembali hadir dan membuka kembali serpihan rasa ini buat aku sungguh tak berdaya, aku ingat betul kata- katanya…”Cobalah belajar menerima orang lain apa adanya”…ujarnya saat itu.,,, yah…persis ungkapanmu yang bilang “jangan kau pangkas bulatan menjadi kotak, itu akan sulit”…iya benar, aku akui itu….mana ada orang yang sempurna ya??? Kataku dalam hati.
Kehadiran sosok pria muda ini memantulkan kembali rasaku yang tersimpan rapih hampir 2 tahun yang lalu, aku coba tenangkan hati, kubiaskan rasaku dengan tertawa…walau ringkih rasanya hati ini menahan rasa “rindu”….kupaksa untuk mengabaikan pandanganku pada manik matanya yang lama sekali aku “rindukan”. Sesekali kagum dan senang menyeruak dalam urai cerita yang mengalir dari bibirnya tentang hidupnya, keluarganya dan tentang perjuangannya…”I’m proud u man”, ujarku dalam hati. Spontan aku cerita semua gundah yang lama aku tak tumpahkan pada siapapun…kecenderungan paranoid, marah, sedih…sesaat lenyap berganti dengan warna yang aku sendiri tak tau apa???
Entah apa lagi yang aku ingat….tidak ada, entah apa lagi yang membekas huuuuuuhhh….gak ada sama sekali, hati lagi hati lagi…aku sadarkan kembali ingatanku, anggap semua itu semilir angin lalu saja, kataku menghibur….
“Shiiittt!!!...lumayan bikin pusing juga ya,…he he he”, aku tertawa kecil
Alunan lagu Ryan d’Masiv kembali mengggelitik hatiku….
“Selama aku masih bisa bernafas...masih sanggup berjalan....Kukan selalu memujamu…meski ku tak tahu lagi, engkau ada dimana…dengarkan aku…kumerindukanmu 2x”……
Berkali- berkali aku dengarkan lagu d’masiv,...gak terbayang aku merasa rindu, aku sampai lupa rasa seperti ini hadir kembali setelah waktu membabat habis seluruh proses panjang hidupku…hati memang jujur, sulit rasanya aku tepis rasa ini….Ya Allah begitu banyak PR yang belum aku selesaikan, aku tahu ruas jalanku ini masih panjang dan berliku…
Biarlah hadirnya rasa ini sejenak menjadi bias episode hidupku saja dan aku belajar untuk menerimanya dengan bernafas panjang, kubiarkan rasa ini masuk dalam pori- pori tubuhku, darahku, otakku lalu ku urai lagi menjadi asa yang tertunda….On the way, pass the way and forget it….
(Indramayu, 30 Desember 2008, pkl 04.20 WIB dini hari)
Read more...
Monday, December 22, 2008
INFORMASI PERAWAT KE JEPANG!!!
DEPARTEMEN KESEHATAN RI
BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SDM KESEHATAN
PUSAT PEMBERDAYAAN PROFESI DAN TENAGA KESEHATAN LUAR NEGERI
(PUSPRONAKES LN)
PROGRAM PENEMPATAN PERAWAT INDONESIA KE JEPANG
ANGKATAN II TAHUN 2009
Departemen Kesehatan RI membuka kesempatan bagi Perawat Indonesia untuk bekerja sebagai Perawat di Jepang sebagai realisasi dari kesepakatan G to G dalam kerangka IJEPA (Indonesia Japan Economic Partnership Agreement). Kontrak kerja selama 3 (tahun). Total kuota 400 perawat (untuk tahun 2008-2009)
Angkatan I tahun 2008 berjumlah 104 orang perawat Indonesia telah tiba di Jepang pada tanggal 8 Agustus 2008 dan saat ini sedang mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang. Status sementara: candidate nurse .Selama masa kontrak kerja 3 tahun di Jepang para candidat nurse berhak mengikuti ujian RN Jepang (Kangoshi) yang diselenggarakan 1x setahun setiap bulan Februari. Bila lulus ujian maka berhak bekerja sebagai nurse dan kontrak kerjanya akan diperbaharui oleh pihak RS tempatnya bekerja.
Angkatan II direncanakan terpilih 296 perawat untuk ditempatkan ke Jepang tahun 2009. Pendaftaran ke:
PUSPRONAKES LN DEPKES RI
Jln. Wijaya Kusuma Raya No. 48 Cilandak Jakarta Selatan 12430
Telp 021-75914747 (pswt 115,117, 112 dan 102), Fax 021-
75914740
Website : www.depkes.go.id, www.bppsdmk.depkes.go.id,
www.Puspronakesln.org
e-mail : puspronakesln@yahoo.com
PERSYARATAN :
1. Perawat Indonesia, laki-laki dan wanita, usia 23-35 tahun, lulusan D3, D4 dan S1 Keperawatan (Ners) dengan pengalaman kerja di RS sebagai perawat minimal 2 tahun.
2. Lulus seleksi yang diselenggarakan oleh tim gabungan Depkes RI, PPNI, BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia dan JICWELS (Japan International Corporation of Welfare Services). Lihat bagan prosedur penempatan perawat Indonesia ke Jepang angkatan II tahun 2009
3. Good performance (bagi wanita tidak dalam keadaan hamil, bagi pria tidak bertindik dan baik pria&wanita tidak boleh bertato).
4. Berkas yang diperlukan untuk seleksi (berkas rangkap dua dimasukkan dalam map biru) :
a. Fotocopy ijazah dan transkrip nilai akademik yang sudah dilegalisir dalam bhs Indonesia & terjemahan dalam bhs Inggris (dari institusi tempat bekerja/penterjemah resmi).
b. Fotocopy surat keterangan pengalaman kerja minimal 2 tahun dalam bhs Indonesia & terjemahan dalam bhs Inggris (dari institusi tempat bekerja/penterjemah resmi).
c. Fotocopy KTP dan fotocopy paspor yang masih berlaku sekurangkurangnya 1(satu) tahun.
d. Asli Kartu Pencari kerja AK-1/Kartu kuning atau fotocopy yang dilegalisir dari Disnakertrans setempat.
e. Asli Surat Keterangan Catatan Kepolisian(SKCK)
f. Surat asli ijin dari orang tua/wali/suami/istri diketahui oleh Lurah/Kepala Desa dengan meterai Rp.6000.
g. Pasfoto berwarna dengan latar belakang biru ukuran 3×4cm= 6 lembar
BAGAN PROSEDUR PENEMPATAN PERAWAT INDONESIA KE JEPANG ANGKATAN II TAHUN 2009
DEPKES (Puspronakes-LN)
SOSIALISASI
1. Sosialisasi Penempatan TKKI ke Jepang (tanggal 1 Desember 2008 s/d awal Maret 2009)
2. Pengumuman melalui sosialisasi langsung, media cetak dan elektronik
DEPKES (Puspronakes-LN)
PENDAFTARAN
1. Pendaftaran dengan membawa berkas lengkap (Desember 2008 - minggu II Maret 2009)
DEPKES (Puspronakes-LN) SELEKSI ADMINISTRASI
1. Seleksi administrasi (minggu ke I – II Maret 2009)
2. Verifikasi berkas (minggu ke I – II Maret 2009)
3. Pengumuman hasil seleksi administrasi / berkas (minggu ke III Maret 2009)
DEPKES (Puspronakes-LN)
DAN PPNI
SELEKSI KUALIFIKASI
1. Seleksi ujian tulis (minggu ke IV Maret 2009)
2. Pengumuman seleksi ujian tulis (minggu ke I April 2009)
DEPKES (Puspronakes-LN)
MEDICAL CHECK UP
1. Medical Check Up/MCU (minggu ke II April 2009) Tempat RS yang ditunjuk oleh panitia
2. Pengumuman hasil Medical Check Up/MCU (minggu ke III April 2009) JICWELS, BNP2TKI, DEPKES (Puspronakes-LN))
1. Psikotes dan Wawancara (minggu ke IV April 2009). Tempat BNP2TKI
2. Proses matching memilih RS Jepang melalui internet (bulan Mei – Juni 2009)
3. Pengumuman hasil seleksi final (awal Juli 2009)
4. Peserta yang lulus seleksi akan mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang selama 6 bulan (di Indonesia dan di Jepang)
JEPANG
1. Start bekerja sebagai candidate nurse Januari 2010
2. Ujian Nasional Kangoshi (RN Jepang) bulan Februari 2010
3. Kesempatan ujian kangoshi 3 kali selama masa kontrak 3 tahun, setiap bulan Februari
LINK: www.lowonganpekerjaan.org/296-perawat-ke-jepang.html
Read more...
Thursday, December 18, 2008
PENDAFTARAN PERAWAT KE JEPANG
Pendaftaran perawat untuk caregiver jepang
Berkaitan dengan penempatan perawat ke luar negeri secara berkelanjutan, pemerintah memberi peluang bagi tenaga kesehatan khususnya perawat yang berminat mencari pengalaman ke luar negeri, Ini merupakan investasi terbesar bagi tenaga profesi untuk tahun- tahun sekarang.
Tahun 2009 merupakan puncak terbesar bagi tenaga profesi yang ingin keluar negeri, ANDA BERMINAT????
JANGAN LEWATKAN KESEMPATAN INI, SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA!!!
Kami memberikan pengarahan secara eksternal tentang prosedur, penempatan dan pelatihan efektif, AYO BERGABUNG DENGAN INSTRUKTUR JAPAN!!!
Read more...
