Monday, July 6, 2009

KRIMINAL DUNIA MAYA

AWASI KEJAHATAN DI DUNIA MAYA

Harus diwaspadai, kriminal dunia maya makin merajalela, terutama dengan acaman virus . Mengancam pengguna komputer — bahkan mulai menyerang pengguna ponsel pintar yang tumbuh empat kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

“Sejauh ini memang masih sedikit jumlahnya. Sistem kami baru mendeteksi sekitar 750 program jahat yang menyerang smartphone,” ujar Nathan Wang, Direktur Teknologi Kaspersky Asia Pasifik saat berkunjung ke Indonesia pekan lalu. Jumlah tersebut jauh lebih kecil daripada malware penyerang komputer yang sampai akhir tahun lalu mencapai lebih 20 juta jenis.

Cabir yang merupakan jenis worm ini selalu melakukan scanning terhadap perangkat lain selama ponsel aktif dan berusaha menyebar kepada perangkat lain melalui Bluetooth. Saat komunikasi multimedia mulai marak, Maret 2005 muncul CommWarrior, virus pertama yang memanfaatkan MMS untuk menyebarkan diri. Ada pula yang memanfaatkan PC untuk menyebarkan diri seperti Worm.MSIL.Cxover.

Belakangan serangan virus juga sampai merugikan pengguna smartphone secara finansial. Misalnya Worm.SymbOS.Steal War dan Trojan-Spy.SymbOS.Flexispy yang mencuri data. Trojan.SymbOS.Cardblock dan Worm.MSIL.Cxover malah mendelete data dalam memori. Bahkan ada yang membajak pesan singkat seperti Trojan-SMS.J2ME.RedBrowser sehingga ponsel mengirimkan spam secara otomatis.

Pada liburan Imlek 2008 lalu, salah satu pengguna smartphone di TaiYuan, China harus membayar tagihan yang membengkak gara-gara ulah virus. Betapa tidak, akibat terinfeksi, ponselnya secara otomatis mengirim MMS sebanyak 3124 pesan dalam semalam. Daftar tagihannya pun sampai 10 meter.

Baru-baru ini Kaspersky Lab bahkan mendeteksi program jahat yang mencuri uang dengan memanfaatkan transaksi mobile banking melalui SMS. Trojan-SMS.Python.Flocker yang terdeteksi pada Januari 2009 lalu mengirimkan perintah untuk mentransfer uang antara 0,45-0,90 dollar AS ke rekening tertentu.

“Skenario yang ada pada PC saat ini juga sudah berlaku di smartphone,” ujar Nathan Wang. Ancaman virus dan sejenisnya di smartphone tak kalah dengan ancaman di komputer personal.

Untuk mengantisipasi serangan virus di smartphone, pengembang antivirus yang bermarkas di Rusia itu menyediakan software khusus Kaspersky Mobile Security (KMS). Software ini didesain untuk mencegah ponsel terinfeksi layaknya antivirus komputer. KMS didukung pula fitur firewall untuk perlindungan lebih dini.

Seperti halnya antivirus di PC, skema pengamanan yang utama adalah melalui update signature. Setiap kali Kaspersky mendeteksi virus baru, akan dikeluarkan update sehingga perangkat aman dari ancaman. Namun, dengan adanya firewall, ancaman baru yang belum masuk dalam daftar tersebut tetap dapat disaring jika aktivitasnya mencurigakan.

Bahkan, software ini juga telah dilengkapi fitur antimaling karena dibandingkan PC, smartphone lebih mudah berpindah tangan karena sifatnya yang bergerak. Dengan fitur ini, risiko pencurian data-data penting di ponsel dapat ditekan jika seaktu-waktu ponsel hilang.

Keberadaan fitur antimaling tentu penting meningat survei BPMF (Business Performance Management Forum) saja pada tahun 2005 menunjukkan bahwa 25 persen perangkat bergerak membawa informasi penting. Sementara SANS Institute mencatat 30 persen pengguna kehilangan perangkat genggamnya setiap tahun. Faktanya, The Wincondin Technology Network mencatat lebih dari 250.000 handheld hilang di bandara Amerika Serikat setiap tahun dan sekitar 100.000 perangkat ditemukan di stasiun bawah tanah di London.

Untuk mengaktifkan fitur antimaling, pengguna harus menyediakan nomor kontak selain nomor SIM yang dipakainya. Jika suatu ketika ponsel hilnag dan pencuri mengganti SIM cardnya, perangkat secara otomatis akan mengirimkan SMS ke nomor tersebut dan memberitahukan nomor baru yang digunakan pencuri.

Dengan mengirim pesan clean ke nomor tersebut, seluruh data yang tersimpan dalam memori, seperti SMS, nomor kontak, gambar, dan video akan terhapus. Namun, untuk sementara fitur tersebut hanya dapat dipakai untuk menghapus memori internal saja. Pesna lock juga dapat digunakan untuk mengunci ponsel sehingga tak dapat digunakan.

“Ke depan akan kita lengkapi dengan GPS tracking sehingga lokasi pencuri dapat langsung diketahui,” ujar Wang.

Baik fitur antimaling maupun antivirus pada dasarnya disediakan untuk mengamankan data-data pribadi sejauh mungkin. Dengan kenyataan ini, jelas bahwa perlindungan keamanan terhadap smartphone menjadi mutlak selain tentu kehati-hatian dalam melakukan komunikasi yang semakin bebas dan terbuka.(*/dari berbagai sumber)
Read more...

Read More..

ANDA TAHU VERTIGO??? (PUSING TUJUH KELILING.red)

vertigo,..si pusing 7 keliling

Mungkin anda maupun keluarga pernah merasakan pusing seolah-olah anda maupun lingkungan serasa berputar-putar? Inilah yang dinamakan vertigo. Kebanyakan orang membahasakan vertigo dengan istilah pusing tujuh keliling. Vertigo merupakan sebuah gejala, dan bukan merupakan penyakit. Seseorang yang mengalami vertigo merasakan seolah-olah ia merasa berputar, atau seolah-olah benda di sekelilingnya bergerak atau berputar, biasanya disertai dengan mual, muntah, dan kehilangan keseimbangan.

Vertigo subyektif dikatakan bila penderita merasakan dirinya berputar-putar, sedangkan bila ia merasakan lingkungan sekitarnya yang berputar dinamakan vertigo objektif. Vertigo biasanya muncul karena adanya gangguan sistem vestibular (misalnya terdapat gangguan pada struktur telinga bagian dalam, saraf vestibular, batang otak, dan otak kecil/cerebellum). Sistem vestibular bertanggung jawab untuk mengintegrasikan rangsangan terhadap indera dan gerakan tubuh. Selain itu sistem vestibular bertugas menjaga agar suatu obyek ada di fokus penglihatan saat tubuh bergerak. Ketika kepala bergerak, sinyal ditransmisikan ke labirin, yang terdapat di telinga bagian dalam. Labirin kemudian membawa informasi ke saraf vestibular yang kemudian diteruskan ke batang otak dan otak kecil, yang berfungsi mengontrol keseimbangan, postur, dan kordinasi gerak.

Anda yang pernah mengalami vertigo mungkin sering bertanya-tanya, “Mengapa ya saya mengalami vertigo?”
Penyebab vertigo bermacam-macam. Vertigo bisa disebabkan karena adanya gangguan pada sistem vestibular perifer (ganguan pada telinga bagian dalam). Pusing juga bisa muncul sebagai akibat dari gangguan sistem vestibular sentral (misalnya saraf vestibular, batang otak, dan otal kecil). Pada beberapa kasus, penyebab vertigo tidak diketahui.

Gangguan vestibular perifer meliputi Benign Paroksimal Positional Vertigo (BPPV; vertigo karena gangguan vestibular perifer yang paling banyak ditemui), sindrom Cogan (terjadi karena ada peradangan pada jaringan ikat di kornea, bisa mengakibatkan vertigo, telinga berdenging dan kehilangan pendengaran), penyakit Ménière (adanya fluktuasi tekanan cairan di dalam telinga/ endolimf sehingga dapat mengakibatkan vertigo, telinga berdenging, dan kehilangan pendengaran). ototoksisitas (keracuanan pada telinga), neuritis vestibular (peradangan pada sel saraf vestibular, dapat disebabkan karena infeksi virus).

Beberapa obat dan zat kimia (seperti timbal, merkuri, timah) dapat menyebabkan ototoksitas, yang mengakibatkan kerusakan pada telinga bagian dalam atau saraf kranial VIII dan menyebabkan vertigo. Kerusakan dapat bersifat temporer maupun permanen. Penggunaan preparat antibiotik (golongan aminoglikosida, yaitu streptomisin dan gentamisin) jangka panjang maupun penggunaan antineoplastik (misalnya cisplatin maupun carboplatin) dapat menyebabkan ototoksisitas permanen. Konsumsi alkohol, meskipun dalam jumlah kecil, dapat menyebabkan vertigo temporer pada beberapa orang.

Vertigo dapat diatasi dengan beberapa cara, bergantung pada penyebabnya. Jika vertigo terjadi akibat penggunaan obat, maka kurangi dosisnya atau hentikan obat yang diduga sebagai penyebab munculnya vertigo. Pemilihan metode untuk mengatasi vertigo dapat anda konsultasikan dengan dokter anda. Berikut beberapa metode dalam mengatasi vertigo yang mengganggu.

Terapi rehabilitasi vestibular (vestibular rehabilitation therapy/VRT) merupakan terapi fisik untuk menyebuhkan vertigo. Tujuan terapi ini adalah untuk mengurangi pusing, meningkatkan keseimbangan, dan mencegah seseorang jatuh dengan mengembalikan fungsi sistem vestibular.

Pada VRT, pasien melakukan latihan agar otak dapat menyesuaikan dan menggantikan penyebab vertigo. Keberhasilan terapi ini bergantung pada beberapa faktor pasien yang meliputi usia, fungsi kognitif (memori, kemampuan mengikuti pentunjuk), kemampuan kordinasi dan gerak, dan kesehatan pasien secara keseluruhan (termasuk sistem saraf pusat), serta kekuatan fisik. Dalam VRT, pasien yang datang ke dokter, akan menjalani beberapa latihan yang akan melatih keseimbangan dalam tingkat yang lebih tinggi, meliputi gerakan kepala, gerakan mata, dan berjalan.

Menurut Akademi Neurologi Amerika (American Academy of Neurology) metode yang paling efektif untuk BPPV yang disebabkan oleh kristal kalsium di telinga bagian kanal posterior adalah menggunakan teknik reposisi kanalit (canalith repositioning) atau Epley maneuver. Pada prosedur ini, terapis (dokter) akan meminta pasien untuk menggerakkan kepala dan tubuh. Kemudian kristal kalsium akan keluar dari kanal posterior, dan masuk ke dalam kanal telinga bagian dalam yang akan diabsorpsi tubuh.

Infeksi telinga (misalnya otitis media, labirinitis) yang disebabkan bakteri dapat diterapi menggunakan antibotik (contohnya amoksisiillin, ceftriakson). Infeksi telinga kronik dapat menggunakan metode pembedahan miringotomi. BPPV yang tidak menunjukkan perbaikan dengan reposisi kanalit dapat diterapi dengan pemberian meklizin. Namun, meklizin dapat menyebabkan kantuk, mulut kering, dan penglihatan kabur. Jika meklizin tidak efektif, benzodiazepin seperti klonazepam dapat diresepkan, atau antihistamin seperti prometazin dapat diberikan pada seorang yang mengalami vertigo. Tentu saja harus di bawah pengawasan dokter dan tenaga kesehatan lain. Prometazin dapat menyebabkan kantuk, lelah, sulit tidur, dan tremor. Vertigo akibat penyakit Ménière dapat diatasi dengan diuretika serta mengurangi asupan garam. Kortikosteroid dapat diresepkan di awal penyakit untuk mengurangi peradangan dan menstabilkan pendengaran. Antibiotik dapat digunakan ke telinga tengah (dengan teknik perfusi intratimpanik) untuk mengobati vertigo yang disebabkan penyakit Ménière. Vertigo yang disebabkan karena migrain, terkadang dapat diatasi dengan obat. Gangguan pembuluh darah otak, tumor, maupun multiple sclerosis dapat diupayakan penyembuhannya dengan cara menggunakan obat, radiasi, maupun pembedahan.

Bila anda mengunjungi dokter dengan keluhan vertigo, ingatlah untuk menanyakan kira-kira apa penyebab vertigo anda, hal-hal apa yang dapat memicu munculnya vertigo maupun hal yang dapat dilakukan untuk mencegah serangan vertigo. Selain itu, bila dokter meresepkan obat untuk anda, tanyakanlah mengenai kegunaan obat tersebut dan kemungkinan reaksi sampingnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan anda tidak lagi pusing tujuh keliling.
Read more...

Read More..

PENGGUNAAN UU ITE

JANGAN SALAH GUNAKAN UNDANG- UNDANG ITE

Jakarta, Kompas - Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik tidak bisa sembarangan dipakai untuk menjerat warga yang dituduh mencemarkan nama baik orang atau pihak tertentu. Jangan sampai hukum dipakai sebagai alat oleh pemilik modal dan penguasa.

Demikian rangkuman wawancara Kompas, Sabtu (6/6), dengan Wakil Ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara dan dua anggotanya, Wikrama Iryans Abidin dan Bekti Nugroho, serta mantan Wakil Ketua Pansus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang juga anggota Komisi IX DPR, Yasin Kara.

Menurut Leo Batubara, kasus Prita Mulyasari yang dipidanakan karena mengirimkan surat elektronik tentang kekecewaannya terhadap pelayanan sebuah rumah sakit hanyalah satu contoh dari beberapa kasus penggunaan media internet untuk tujuan positif, yang justru berujung pada perkara hukum.

Yang harus diingat, perangkat hukum dibuat bertujuan menciptakan keadilan, khususnya bagi rakyat kebanyakan. Untuk itu, penegak hukum harus kembali mengacu pada tujuan awal itu setiap kali bertindak.

Menurut Wikrama, sejak awal rencana pembuatan UU ITE, pihak media, termasuk Dewan Pers, tidak pernah dimintai pendapat. Dengan demikian, UU ITE tidak merepresentasikan kepentingan publik, apalagi UU ITE dianggap berpotensi melumpuhkan hak rakyat untuk mengeluarkan pendapat, mengkritik, dan mengeluh.

Yasin Kara menyatakan, Undang-Undang ITE tidak perlu dihapus. Namun, jika revisi dibutuhkan, sebaiknya segera dilakukan. Revisi tidak hanya berupa pengurangan materi, tetapi bisa juga berupa penambahan. Terkait dengan Pasal 27 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, penambahan keterangan atau ketentuan patut diberikan agar pasal tersebut tidak menjadi pasal karet.

Dalam kaitan dengan penggunaan Pasal 27, Yasin menilai ada salah kaprah pemahaman dari jaksa penuntut umum. Pasal 27 memang tidak termasuk pasal-pasal dalam UU ITE yang butuh peraturan pemerintah, tetapi penggunaan pasal itu dalam kasus Prita tidak relevan karena pasal itu justru membicarakan soal hak atas suatu informasi.

Landasan hukum
Direktur Jenderal Aplikasi Telematika Departemen Komunikasi dan Infomatika Cahyana Ahmadjayadi membantah pendapat yang menyebutkan UU ITE bakal menghambat kebebasan berpendapat setiap orang. ”Tidak betul pendapat itu,” ujarnya.

Ia menyebutkan, UU ITE dibuat untuk memberikan landasan hukum transaksi dan komunikasi elektronik, seperti e-business, e-commerce, dan e-banking.

Berkaitan dengan kasus yang menimpa Prita, Cahyana mengingatkan ada dua kata kunci yang disebutkan dalam Pasal 27 UU ITE yang jadi kunci kasus Prita. Kedua kata kunci itu adalah ”dengan sengaja” dan ”tanpa hak”.

Pertanyaannya, apakah Prita memang dengan sengaja mau mencemarkan atau menghina rumah sakit yang pernah merawatnya? ”Menurut saya, Prita tidak dengan sengaja mau menghina atau mencemarkan nama baik karena ia hanya menyampaikan keluhan mengenai apa yang ia alami,” kata Cahyana. ”Hak Prita juga diatur dalam UU Perlindungan Konsumen.”

Pertanyaan kedua, apakah Prita memang tak punya hak? ”Menurut saya, Prita jelas punya hak untuk menyampaikan keluhan mengenai apa yang dialaminya. Prita konsumen karena ia pasien dari rumah sakit itu,” katanya.

”E-mail Prita bukanlah penghinaan,” katanya.

Cahyana juga menjelaskan, dalam UU ITE, selain soal unsur ”dengan sengaja”, ”tanpa hak”, alat bukti elektronik juga harus diuji melalui forensik digital terlebih dahulu.

Untuk menahan seseorang, kata Cahyana, seperti diatur dalam Pasal 43 Ayat 6, penyidik melalui penuntut umum wajib meminta penetapan ketua pengadilan negeri setempat dalam waktu 1 x 24 jam. ”Jadi, ada tahapan yang harus ditempuh,” kata Cahyana.

Soal eksistensi UU ITE, Cahyana menjelaskan, UU ITE berlaku sejak diundangkan 21 April 2008. Adapun dalam Pasal 54 Ayat 2 disebutkan, peraturan pemerintah harus sudah ditetapkan paling lama 2 tahun setelah UU ini diundangkan.

Bukan tindak pidana
Nada yang sama disampaikan praktisi hukum Amir Syamsudin. Menurut Amir, tindakan Prita menulis surat elektronik berisi komplain atas pelayanan RS Omni Internasional Alam Sutra, Tangerang, bukan tindak pidana. Itu karena Prita hanya menulis apa yang dialaminya dan hal itu patut diketahui publik demi kepentingan umum.

Dasar pemikiran Amir berpijak dari isi Pasal 310 Ayat 3 KUHP yang berbunyi ”tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri”.

”Isi e-mail Prita hanya menceritakan apa yang ia alami dan itu adalah kebenaran sehingga Prita tidak bisa dipidana. Jadi, saya sungguh tidak mengerti mengapa ia harus ditahan lalu diadili segala,” tutur Amir.

Amir menyikapi secara kritis penggunaan Pasal 45 Ayat 1 juncto Pasal 27 Ayat 1 UU ITE, serta Pasal 310 Ayat 2 dan Pasal 311 Ayat 1 KUHP untuk menjerat Prita. Menurut Amir yang juga pengacara itu, Prita tidak bisa dijerat dengan UU ITE karena ia menceritakan kejadian yang ia alami dan itu merupakan fakta.

Sementara itu, ahli hukum pidana dari Universitas Indonesia, Rudi Satryo, menjelaskan, pasal pencemaran nama baik dalam KUHP lebih berdimensi hukum privat ketimbang publik. Dengan demikian, isu pencemaran nama baik lebih tepat jika hanya termuat di dalam KUH Perdata. Rudi cenderung berharap pasal pencemaran nama baik suatu saat dihilangkan dari KUHP.

”Menurut saya sudah seharusnya hilang, lebih besar sifat hukum privatnya daripada hukum publiknya,” kata Rudi.

Dari sisi lain, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Indah Suksmaningsih mengatakan, kasus pengiriman surat elektronik yang menempatkan Prita sebagai terdakwa kasus pencemaran nama baik merupakan bentuk pembungkaman terhadap konsumen.
Read more...

Read More..

Thursday, May 14, 2009

SEKILAS CERPEN

MERENTANG WAKTU DALAM FACEBOOK

Pramono Aditya…..
Oowww..Owww, aku tercekat kaget setelah aku telusuri sekali lagi pencarian teman melalui jaringan facebook ku…

“Ya…ampun, apa dia pria yang selama ini aku cari selama 5 tahun”. Aku terus melototi
computer di depanku dengan harapan benar kalau dia adalah Pram.

Aku baca setiap detail profile yang didepanku,…
Pramono Aditya, tanggal lahir 24 April, status menikah, mencari persahabatan dan jaringan, pekerjaan Manager Marketing PT. Nusa Prima….
Yups…fotonya yang membuatku yakin kalau dia adalah benar Pramono Aditya

“Hmmmm….berubah sekali dia sekarang. Jauh lebih dewasa, agak gemuk dan jambangnya masih ada”. Gerutuku dalam hati

Pria yang setelah lama aku cari, kini sudah berkeluarga dan karirnya sudah melesat jauh.
Tidak mengherankan, dulu dia cukup gigih memperjuangkan hidup dan masa depannya.
Pria ini meninggalkan kenangan manis di pulau Bali.
Yahhh…ditempat itulah aku mengenalnya, sosok pria muda tampan yang cool, charming dan funny.

Gala Dinner, 28 Juni 2005
“Koq bisa terlambat bus Mbak.” Ujarnya mengagetkanku
“Wah…kukira masih ada bus yang lain tuh?”. Jawabku dengan terbengong- bengong.

Beruntung sekali aku bertemu dengan pria ini, kalau tidak aku bisa tersesat ditempat ini.

“Waduh…teledor banget seh aku”. Umpatku dengan nada kesal
Terlalu asyik memperhatikan foto- foto sejarah sampai lupa aku ketinggalan bus.

Aku ingat waktu itu, sekitar 1 minggu ada conference yang mesti aku hadiri di Bali dalam rangka rapat kerja di kantorku. Cukup menyenangkan karena aku bisa berjumpa dengan teman- teman beda negara yang satu profesi denganku.
Hari- hariku cukup padat dengan segudang rencana kerja dan presentasi, lumayan melelahkan tapi bisa terobati dengan keindahan pulau Dewata ini.

Saat Bus berjalan menyusuri jalan menuju Bascamp Sanur Resort
“Pramono Aditya, cukup panggil aku Pram saja.” Ujarnya sambil mengulurkan tangan
“Aku tim pemandu Guide disini yang membantu acara Mbak.” Ucapnya menjelaskan
“Adinda…” aku membalasnya dengan senyuman.
“Ohhh….pantesan hapal banget daerah sini”. Jawabku
“Nginep dimana, Mbak”. Lanjutnya
“Puri Mesari”. Jawabku sekenanya
“Its…ok, aku antar saja nanti bareng dengan rombongan yang lain”. Tawarnya padaku
Aku anggukan kepalaku, tanda setuju

Hari ke 6 conference…..
“Hai Din”. Dia menepuk punggungku dari belakang
“Hai Pram.” Ujarku setengah terkejut
“Ntr malem ada acara gak?”. Dia bertanya padaku sambil menggerakkan tanganya
“Hmmm….ga ada tuh”. Aku jawab dengan ragu
“Ntr malem aku jemput ke Puri Mesari jam 7, ok?”. Ujarnya sambil berlalu

Aku hanya diam, melihat ulah Pramono yang sedikit memaksa tanpa ada persetujuan dariku. Akupun gak tau kenapa?? Mungkin karena aku juga kesepian he he heeeee….

Selama 1 minggu di Bali aku hanya ditemani Jacky temenku dari New Zeland. Aku terkadang bosan dan bete juga karena temankupun punya kesibukan sendiri. Maklum kita beda negara yang terkadang beda pula kebiasaan.
“Uuuuhhhhh, cape deah”. Seruku dalam hati

Tepat pukul 19.00 WIB (waktu setempat)
“Krrrrrrrrrrrrriiinggg”….telepon kamar hotelku berbunyi
“Maaf Bu…ada yang menunggu di lobby”. Ujar resepsionis di seberang sana
“Siapa ya??bisa aku berbicara dengan orangnya”. Jawabku

Sesaat kemudian…..
“Adinda…ayo dong turun, aku dah nunggu nih”. Suara pria yang tak asing lagi bagiku
“Pram…kita mau jalan kemana”. Aku menjawab dengan sungkan
“Pokoknya kamu turun sekarang, aku tunggu”. Suara merajuknya membuatku tak tega

Aku tergesa- gesa berganti pakaian, celana Jeans setengah lutut, t- shirt, sweeter rajut plus shall hitam melilit dileherku, polesan lipstick tipis. Aku bergegas turun kebawah menuju lobby puri.

Kuhampiri Pramono yang asyik mengobrol dengan room boy hotel…..
Lalu dia menatap dan tersenyum padaku. Pramono tampak santai dengan celana pendek cream dibawah lutut, kaos oblong putih dan wajahnya tampak berseri-seri, kuakui dia memang tampan dan cool dengan bekas cukuran jambang yang masih tampak membiru.

Kemudian dia mengiringiku menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari puri tempatku menginap.

Sepanjang jalan kami bercengkrama tentang aktivitas masing- masing, Pramono begitu hafal dengan tiap detil kota ini, dia menjelaskan setiap sudut kota dan makanan khas Bali dengan lancar. Terkadang dia menatapku lama sambil melemparkan senyum padaku dan sesekali menggenggam tanganku. Entah apa yang aku rasakan saat itu, hanya perasaan nyaman bercampur berat yang mendera didada, aku tidak protes atau menghindar hanya bisu yang muncul dari bibirku.

“Huhhh….nyaman sekali rasanya hati ini”. Gumamku dalam hati

Kami menyusuri pinggiran pantai Sanur sambil bercerita tentang banyak hal, termasuk tentang hubungannya dengan seorang wanita yang kandas di tengah jalan. aku curhat tentang keinginaku untuk melanjutkan studi S2 ku. Tak kuduga Pram begitu intens mendengarkan ceritaku, dia menatapku tajam dan memelukku hangat.

Suara deburan ombak, nyanyain angin malam dan separuh bulan yang tampak tenggelam diantara sisi pantai membuatku tak berdaya saat Pramono semakin erat memeluk tubuhku. Hanya sisa- sisa nafasku yang tersembunyi dibalik dadanya yang bidang dan harumnya Huggo Armani miliknya.

Kurasakan damai disana, lelahku hilang tersapu bersama hamparan pasir laut dan resahku
terbang diantara semilir angin malam yang melambai.

“Aku ingin berbagi rasa denganmu, Adinda”. Bisiknya ditelingaku

Aku membisu dalam angan yang semakin jauh meninggalkan ragaku, mengikis relung- relung hatiku dan mengaburkan realita dalam nyataku.
Ku tak pedulikan beratus pasang mata terus memperhatikan kemesraan kami.

“Huuhhhh…apa ini?”. Tanyaku dalam hati

Hanya rasa hangat yang mendarat dibibirku saat itu, Pramono menciumku dengan sangat lembut dan nyaris membuatku melayang entah kemana……………

“Pram….Kenapa kamu lakukan ini padaku”. Ujarku saat itu
“Karena aku mau kamu, Adinda”. Jawabnya sambil membelai rambutku

Malam terus berlalu, kami bercerita sambil berpelukan erat, bercanda bersama, menyusuri pantai sambil tertawa lepas, mengukir nama diatas pasir. Genggaman tangan itu tak lepas hingga kami tak tahu pagi begitu cepat menjelang.

“Pram…aku mesti take off pesawat jam 7 pagi”. Kataku
“Ok, aku antar kamu ke Bandara ya”. Jawab Pramono sambil menyentuh pipiku

Pukul 4 dini hari Pramono mengantarku ke Puri Mesari dan membantuku mengemasi barang- barang. Sesekali kupandangi pria aneh didepanku ini, hatiku seolah lenyap melepas kenangan indah bersamanya.

Tiba di Bandara Ngurah Rai pukul 5.44 WIB
Pramono mengulurkan tangan sambil menyelipkan kartu nama ditanganku.

“Simpanlah, jika suatu saat nanti kamu memerlukan aku”. Ucapnya sambil menggenggam erat tanganku.

Aku mengangguk sambil berlalu meninggalkan Pramono yang tetap mematung sambil menatapku.

Segera aku Boarding Pass dan mengecek kembali barang bawaanku. Sambil menunggu take off pesawat kubuka kembali dan kubaca kartu nama tadi.
Pramono Aditya
Staff EO bla bla blaaaaa..

Tiba- tiba…..
Telepon disakuku berbunyi sesaat menjelang kebarangkatanku ke Jakarta
“Hallo sayang…sampai di Jakarta jam berapa?? Aku jemput ya?”. Ujarnya mesra.

Kekasihku diseberang sana menyapaku dengan riang.

“Kalau gak telat sekitar jam 9 aku nyampe”. Jawabku sumbang
“Ok Honey…take care ya”. Balasnya dengan lembut

Klik..tutuuuuuutt tutttt
Suara tutup telepon menggiring ingatanku pada kartu nama yang masih tergenggam ditanganku. Kutinggalkan kartu nama itu di meja tunggu Bandara begitu saja dan kutanggalkan serentetan peristiwa yang kualami bersamanya.

Saat ini....
Aku terpaku menatap deretan profil, info, foto dinding tentang Pramono Aditya yang terpampang jelas didepanku. Kemarin sempat aku add untuk masuk dalam jaringan facebooknya dan kini dia menjawabnya serta menanyakan kabarku.
Lalu aku jawab dengan isian komentar dibawahnya:

“Pram…saat aku ketinggalan Bus, Sanur Beach, Puri Mesari, Kartu nama dan Bandara Ngurah Rai………”

Bali, 30 Juni 2005
Read more...

Read More..

Monday, April 6, 2009

YOUR FATS

The Good, The Bad, And the Ugly Fats

We’ve been brainwashed. Deep in our hearts and minds we’ve completely bought into the conventional wisdom that “fat” – any fat – is bad. Certainly, when fat is packed around our mid-section, that couldn’t be more true. And when the food we eat is loaded with it, that’s not really a good thing. But the issue of dietary fat is complicated by the fact that there are good fats and even essential fats. All fats deliver nine calories per gram (compared to four from a gram of protein or carbohydrate), which means they pack twice the potential to be stored in the body – not good. But now we know that saturated fats have a significantly higher likelihood than monounsaturated fats to cling to the walls of our coronary arteries. And there is something called Omega-3 oils, which are among the so-called essential fats that actually improve and maintain the health of our hearts and promote a strong metabolism through the prevention of inflammation. So if you still think that health and fitness is as simply as counting calories, think again. Pick and choose your fats for a longer, healthier life and a better metabolism.

Less Really Can Be More…
Fitness is a journey, and a healthy, fast metabolism is the vehicle for it. People seeking to elevate their metabolism are often highly motivated, and in an ironic twist of biochemical fate, that’s precisely what can create a roadblock along the way. Because with all the many things we can do to jack our metabolism and super-charge our diet and fitness regimen, the temptation to succumb to a more is better philosophy is always whispering to us. We rationalize that if eating fewer calories is good, then we’ll go the extra mile and really skimp on food. Or that if a half hour on the treadmill is good, then three hours is better. Unfortunately, our bodies haven’t signed up for all the pop-culture fitness programs out there. There are limits and specific parameters when it comes to changing your metabolism, and if you don’t know them you risk compromising your progress. For example, it’s actually better to eat five or six smaller, healthy meals than it is to eat the traditional three meals a day, no matter how healthy they are. Be sure to match your level of knowledge with your level of commitment. You’ll get to your goal quicker, and without the pain and sacrifice you might expect.

Of Role Models and Gym Rats…
If you’re new to fitness, and if going to the gym is part of your overall approach to improving your metabolism (it should be), then it’s easy to look around and see all sorts of people who look like they belong there doing all sorts of things wrong. In fact, sometimes the most experienced gym rats wearing the coolest workout gear and lugging around a gallon jug of water (which looks really, really cool) are the worst role models to emulate. That’s why studying proper technique, and even using a personal trainer to help you understand it, is critical to your progress. In the context of fitness and metabolism management, the process of weight lifting isn’t about strength and personal records as much as it is about biochemistry. Your goal shouldn’t be to bench press more than the next person, or even more than you did last week, but rather, to stimulate the muscle in a precise fashion for the purpose of generating a biochemical response. It takes study and knowledge, and frankly you don’t often see it done perfectly in most gyms. So as you commit to reaching your goals, commit to being the one person in the gym that does it the right way, which conveniently is also the most effective.
Read more...

Read More..

ACNE FACT AND FICTION

Acne Fact and Fiction! Do Stress, Facials and Concealer's Help to Promote or Reduce Acne Breakouts?


What is Acne? People have differing opinions as to what acne really is. So, what exactly is acne? Do a couple of occasional but recurring zits qualify as a case of acne or do you have to have a lot of zits?

Believe it or not, the answer is that occasional pimples or zits do not constitute a true case of acne. Although zits do seem to have the ability to appear almost instantaneously and at the most inopportune times like picture day, prom night, spelling bees, sporting events, dates, and special award ceremonies, they are not a true acne outbreak.

The dictionary defines acne as "an inflammatory disease of the sebaceous glands, characterized by comedones and pimples, especially on the face, back, chest, and, in severe cases, by cysts and nodules resulting in scarring."

The anatomical definition of sebaceous glands is: "small subcutaneous glands usually connected with hair follicles. The follicles secrete an oily semi-fluid matter, composed in great part of fat, which softens and lubricates the hair and skin."

Real acne outbreaks are actually a disease of the skin. However, the great news is that acne is treatable. Although it can be very embarrassing, cause great emotional distress, and lower your personal self-esteem for a period of time, acne is not fatal.

There are new and effective treatments being sought by researchers and great advances have been made in the treatment of acne in the last few years. Years ago, when a person had acne, they were pretty much stuck with the problem. There were very few treatments available and the medical profession didn't even consider acne a disease.

It was long thought that acne was the direct result of a diet that was too high in fat and/or sweets. That is no longer the case. Acne is most often associated with puberty and the onset of pre-teen and teenage years but it can and does develop in adults as well. When acne does finally heal, there can be permanent scars left (from picking and popping) that are unsightly and cause patients to suffer long term emotional distress and low self- esteem.

New and very effective skin resurfacing treatments have been developed over the last several years that have, if not completely removed acne scars, at least diminished their appearance and severity.

Acne Fact or Fiction: You can hear a lot of tall tales about acne today, so let's take a look at the fact or fiction of acne. It is always better to be well armed with factual information so that you don't get fooled by the fictional facts that surround acne.

Fictional Fact #1: Acne is caused by a lack of sexual activity. Factual Fact: Acne and sexual activity are two entirely separate issues. One has no bearing on the other. Hormones secreted during puberty and young adulthood does have a bearing on acne. They also have a bearing on sexual arousal and activity. However, acne has no bearing on sexual activity nor does sexual activity have any bearing on acne.

Fictional Fact #2: People have acne because they are dirty. Factual Fact: Dirt has no part in acne. Dirt is dirt. Acne is acne. One has nothing to do with the other. Acne is a build up of oil, dead skin cells, and bacteria. Dirt isn't involved. Keeping the face clean can and will help to prevent clogged pores but dirt does not cause acne.

Fictional Fact #3: Dermatologists can cure acne.
Factual Fact: Dermatologists can TREAT acne. They can help to alleviate the symptoms and help to clear up the pimples, black-heads, and white heads. They can prescribe antibiotics and topical ointments, lotions, and creams that will help but there is no cure at this time for acne.

Fictional Fact #4: Acne is simply a skin problem.
Factual Fact: It's true that acne affects the skin but it can also affect the way a person sees himself or herself. Acne and the scarring it can leave behind may cause a sufferer to become depressed and develop low self-esteem, both of which can lead to larger and more complex life socialization problems. Acne sufferers need the loving support and reassurance from their family and friends.

Acne and Stress:
Can stress actually cause acne? There is ample evidence available to suggest that stress can most assuredly cause an acne breakout or make an existing breakout worse. Our bodies are highly developed chemical laboratories that produce all sorts of stuff.

At puberty, our body begins to produce an abundance of male hormones and this happens in both boys and girls. This overproduction of male hormones can happen at other times in life besides puberty; for example, when a girl or woman starting or stops taking birth control pills.

These male hormones cause the bodies sebaceous glands to shift into overdrive and begin producing sebum. The sebum then travels up hair follicles, clogs the pores and begins the acne development cycle. However, male hormones are not the only cause for the sebaceous glands to begin producing an overabundance of sebum. When we become extremely stressed or overly emotional, our bodies react by causing the adrenal glands to produce a substance known as Cortisol, which is released directly into the bloodstream. Then the chemical chain reaction continues as the sebaceous glands release sebum, the sebum travels up the same hair follicles, clogs the pores and acne develops.

The physical changes in the body can cause exactly the same chemical chain reaction as the emotional changes in the mind. The mind/body connection is very real. Maybe some of it really Is in your head. If that's the case, there is help available to help people deal with the acne that is caused by stress. Reducing stress will just naturally reduce sebum production by the sebaceous glands and reducing sebum production will help to alleviate an acne breakout. Therefore, when you learn to reduce and control you stress levels, this part of the chemical chain reaction is minimized.

It really it isn't any different than restoring a hormonal balance to your body that reduces sebum production. So, in the final analysis, both factors that cause excessive sebum production should be addressed. Solving one problem might help; however, solving both problems could eliminate acne altogether.

Acne Facials:
If you are part of the 95 of the population who suffer from acne, you have more than likely seen TV or print media advertisements for acne facials. Have you ever wondered if there is anything to the claims that their manufacturers make?

In general, the answer is yes! Most acne facials are very effective, pretty much worth the price, and can be used in conjunction with your usual acne fighting regime. They won't necessarily replace any part of what you are already doing; but, rather enhance the overall effects.

You can find acne facials in most health stores, at many cosmetic counters, and online. As a matter of fact, you can probably complete a better comparison of available products online than you can anywhere else.

Most of these acne facial products provide for a three-step program. The first step is a complete facial cleansing. The next step is a steam massage. The final step is a facial mask. The first two steps are designed to prepare the face. The steam massage softens the black heads and the white heads to remove toxins from your skin. The facial mask serves to remove the dead skin cells from the face and to moisturize it as well. The overall effect of the acne facial is a very relaxing, calming, and cleansing experience. It just plain feels good. Anything that helps to calm and sooth your stress can't be bad because we all know that acne is aggravated by high stress levels. Acne facial masks can be used in addition to other parts of your acne prevention and treatment regime or you may find that the facial can, in fact, actually replace some things that you are currently doing.

Acne Concealer's:
One of Newton's laws of physics laws says that, "For every action, there is an equal and opposite reaction." That law of physics spills over into a lot of our life situations. For example: A young woman gets a zit and wants to cover it up. The cosmetics industry has a multitude of products designed to do just that. Okay, that's a little far out there but you get my point.

The acne pimples, whether they are white heads or black heads should never be picked at or popped. If they are popped or picked, it can and normally does result is a scar that is much harder to get rid of than the actual pimple, black head or white head. Popping a pimple is not going to make it go away. In fact, popping a pimple is only going to make the acne worse.

Still when you get a zit, you have to go out and face the world so you are looking for ways to make your skin look clear. You want to disguise the zit and make it as unnoticeable as possible. Here is where the cosmetic industry can help. There are a multitude of products designed to make a zit less noticeable. You don't want to use a product that just adds to the problem by adding additional oil to already oily skin. So, you do need to remember, that when you use a cover product to make the zit less noticeable, you need to totally clean the product from your skin immediately when you return home.

Some of the better known as well as more effective cosmetic concealer's on the market today are:
1. Dermablend Smooth Indulgence Concealer: This product produces a smooth matte appearance and was designed specifically for covering acne blemishes as well as for covering Rosacea and dark circles under the eyes.

2. Flawless Skin by Prescriptives: This product will not aggravate acne but will supply a medium to full coverage and it contains SPF 25 for protection from the sun.

Don't let acne control you; but rather, become smart and learn how to control the negative influences in your life that create a positive situation for acne to develop!
Read more...

Read More..

KOMENTAR ANDA