kalau yang ngaku, kalo gak ngapain kebakaran jenggot!!! ha ha ha ha).Thursday, July 10, 2008
IsEnG- IsEnG JaHiL
kalau yang ngaku, kalo gak ngapain kebakaran jenggot!!! ha ha ha ha).Monday, June 23, 2008
SEKILAS CERPEN

KA Jayabaya, pukul 16.00 WIB
Suasana gerbong 4 Kereta Api begitu sangat santai melaju, gontai pula aku duduk dalam kursi sender ini, sesekali aku melempar pandanganku kearah jendela, lalu terdiam menyimak pramuniaga yang lalu lalang dan terkadang menawarkan makanan kepadaku, ku tolak halus dengan senyuman.
Udara dingin AC dalam KA terasa menggigilkan tubuhku, rasa lelah, penat dan penasaran menyergap dalam hati, lalu kurapatakan tubuhku dalam selimut tipis yang sengaja kubawa.
“Ah…lumayanlah untuk menyerang hawa dingin ini”. Gumamku dalam hati.
Kereta melaju beraturan, sesekali terasa cepat dan terdengar bunyi rel dan sirine berbenturan dengan kereta lewat lainnya.
“Uuuuhh…rasanya koq lama sekali kereta ini sampai”. Gerutuku dalam hati
Beruntung rasa beteku agak sedikit terkurangi dengan kehadiran anak kecil lucu, cerewet dan pintar yang menyapaku dan mengajakku berbincang. Binar matanya mengingatkanku pada gadis kecilku di rumah. Kira- kira usia 2,5 tahun, aku kagum dengan kecerdasanya yang mampu mengusai 3 bahasa.
”Wow...keren banget, usia sekecil itu sudah pandai”. Seruku memujinya
Akhirnya Kereta tiba tepat pada waktunya, aku bergegas mengemasi barang- barang menuju pintu keluar stasiun, aku turuni anak tangga. Sambil sesekali mataku mencari sosok yang aku cari. Lalu....
”Hai...sayang”. Sapanya sambil menepuk punggungku
”Lelah ya?..Sorry aku agak terlambat menjemput, macet banget tadi, soalnya ada demo”. Ujarnya beralasan.
”Ga apa- apa, aku juga baru sampai koq”. Balasku dengan uluran tangan menyalaminya.
”Hmmm...pria ini begitu antusias juga”. Aku tertegun dalam hati
”Pria yang masih asing ini menurutku cukup baik, walau terkadang aku kurang nyaman dengan tatapan matanya, entahlah...rasanya koq aneh???”. Hatiku berkecamuk dengan segudang tanya.
Lalu dia mengiringiku menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari Stasiun. Kucoba senderkan tubuhku di jok mobil, sambil kupandangi kota ini yang dulu pernah menjadi saksi sejarah perjalanan hidupku dan kuperhatikan sejenak aksi demo- demo dijalanan serta lampu- lampu malam yang menjadi ciri khas kota- kota besar.
Tak kuhiraukan pria ini yang terus mencuri pandang padaku, aku terlarut dalam fikiranku tentang aku dan masa laluku.
Kembali kurebahkan tubuhku,...
”Kamu lapar, sayang?”. tanyanya dengan nada sumbang
”Aku tidak begitu lapar, kalau kamu mau makan aku temani?”. tawarku dengan sopan
”Bagimana kalau kita makan ditempat yang sudah kita pesan?, sepertinya akan terasa lebih enak tuh?”. Jawabnya memberi altenatif
”Ok..”. Jawabku singkat
Hatiku berbunga- bunga tatkala harapanku untuk dapat melihat pemandangan lampu kota dari atas gedung bertingkat akan segera terwujud. Dia bilang sengaja pesankan Kafe dilantai atas khusus untukku, agar aku bisa melihat hamparan lampu kota yang indah di malam hari. Ada bahagia menyeruak dalam hatiku ketika attensi itu tertuju padaku.
Tidak terlalu sulit perjalanan ini kita tempuh, hanya dengan makan waktu 15 menit akhirnya kita sampai ditempat yang dituju. Segera kita menuju lantai 23, Kafe Senotaria tak begitu ramai pengunjung. Dengan lampu remang- remang, hanya berhiaskan lilin yang terkesan romantis menambah suasana nyaman dan syahdu. Kududuk terpaku sambil kupandangi pemandangan yang sudah lama aku rindukan....
”Hmmm...kota ini tidak banyak berubah”. Sejenak aku tertegun
Kurasakan ada desiran halus menyentuh hatiku, tapi tersendat tatkala mataku beradu pandang dengan pria di hadapanku.
Akhirnya semakin jelas aku bisa melihat wajahnya, sesaat dia melempar senyum padaku.
”Bagaimana dengan pemandangannya sayang? Bagus kan?”. Dia bertanya padaku
”Lumayan...aku suka dengan alam?, banyak inspirasi yang aku dapat dari sana karena alam begitu jujur?”. Jelasku padanya
Banyak hal yang dia tanyakan padaku dan kujawab sekenanya.
Malam itu seharusnya bisa mengurangi rasa penatku, setelah perjalanan 5 jam dari kotaku, Tapi.... Entah apa yang ada dalam benakku saat itu, rasa hambar begitu kuat mendesak dalam dadaku, rasa gelisah ini makin membuatku tak begitu nyaman. Aku berusaha menggeser posisi dudukku agar bisa mengurangi resah ini, kucoba menghela nafas dan merilekskan tubuhku.
Kupandangi pria aneh yang saat itu ada didepanku....
Pria hangat dan bersahabat ini tampak begitu luwes berbicara tentang diri dan pengalamannya. Cukup matang pola fikirnya, dewasa dan simple. Walau terkadang aku kurang suka tatkala dia berbicara narsis tentang dirinya. Aku tersenyum kecut saat alur pembicaraanya hanya tertuju pada kebanggaan- kebanggaan dirinya saja.
”Yeahh..Ego juga nih cowok!”. Seruku dalam hati
”Males banget, kalau begini saja yang ia bicarakan”. Aku terus bergumam dalam hati.
Dia begitu asyik dengan dirinya saja, tanpa menghiraukan aku sama sekali. Masygul rasanya aku mendengar ceritanya. Sekalipun aku cerita, dia tidak begitu tertarik.
Aku menghela nafas panjang........
Mungkin karena kematangan usia dan pengalamannya, membuat dia begitu keras dan kaku”. Aku mengibur diri
Hampir saja aku tidak dapat mengimbangi reaksinya, beruntung aku bisa mencairkan suasana dengan candaanku. Dan sesekali aku terdiam, untuk melapisi adaptasi terhadap dirinya, namun sekali lagi aku sama sekali tidak bisa menebar nyaman dalam dirikku.
Malam,....terus berlalu, tanpa ada ceremony apapun. Sepanjang malam itu aku hanya menjadi pendengar yang baik, kusimak setiap kata- katanya dan kuperhatikan ekspresi wajahnya yang datar. Ada sedikit sesal dalam hatiku karena rasa penat dan lelah ini tak kunjung usai. Malam yang aku impikan hilang bagai angin senja bersilang lalu.
Malam begitu larut....
segera kubergegas meninggalkan Kafe itu tanpa kesan. Dia genggam tanganku sambil berlalu dari tempat itu. Aku terdiam membisu dalam anganku. Kutersenyum tatkala segalanya akan segera usai, tak ada yang tersisa dan tak ada yang patut dikenang, semuanya berlalu begitu saja.
Saat ini aku tertegun, ingatanku melayang pada keadaan sebelum pertemuan itu terjadi. Sosok pria ini begitu berambisi sekali betemu denganku, dia meyakinkan aku dengan berbagai alasan dan permohonan.
Berondong kata- kata mesra yang kemaren dia ucapkan pun kini hilang seiring dengan usainya pertemuan malam itu. Aku tersenyum mengingat kejadian tersebut, sambil tertegun aku berucap...
”Malang benar nasib wanita, kalau sampai kejadian tersebut dirasakan dengan HATI!”....
Thursday, June 19, 2008
SEKILAS INFO AKTUAL
FENOMENA PENJUALAN NILAI DI PERGURUAN TINGGI
Pada saat kita tahu bahwa mahasiswa tidak bisa mengikuti proses pembelajaran dengan baik, bahkan mendapat nilai dibawah batas lulus. Dengan gampangnya sang dosen meluluskan mahasiswa tanpa melalui proses apapun, hanya dengan fulus Rp. 500.000 s/d 1.200.000 (Jual nilai plus nilai skripsi) Parah Abizzzzzzzzzzzz!!!
Entah karena memang sistem pendidikan kita tidak memiliki kontrol yang baik atau otak dari dosen tersebut sudah rusak!!! (itu namanya prostitusi akademik!!)
Ini adalah fakta yang perlu dipublikasikan,...untuk diketahui dan diinformasikan kepada khalayak masyarakat, bahwa fenomena ini adalah hal yang biasa di sebagian institusi pendidikan. Tidak heran kalau produk dari lulusannya payah dalam hal uji kompetensi apalagi jika dihadapkana pada Uji dari luar negeri (kasihan sekale????)
Suatu ketika ada segelintir mahasiswa yang kesulitan masuk kerja, hanya karena tidak mampu bersaing dengan peserta lain dan bahkan yang sudah masuk kerja stress karena tidak mampu mengikuti standar kelayakan yang sudah ditentukan. Alhasil...mahasiswa tersebut drop out dan akhirnya hanya mampu bekerja di instansi dengan kompetitif yang rendah (bagiamana mau berkembang??)
Lihat kembali latar belakang mahasiswa yang hanya mengandalkan uang untuk lulus, yang lebih mengerikan pada saat dosen memberikan alternatif untuk membeli nilai. Taruhlah si A mendapat nilai akhir D, dengan kualifikasi nilai UTS 4,3. Nilai UAS 3,0. Nilai tugas 0, kehadiran Cuma 20%. Bisa dibayangkan berapa nilai akhir yang diperoleh si A. Bulshit kalau mahasiswa tersebut bisa lulus!! Tanpa ada proses apapun. Sebagian oknum yang berlaku hanya anteng diam tanpa dosa...Anehnya kebijakan dari institusi itu tidak menindaklanjuti kejadian itu, apalagi mengusut tuntas kasus tersebut.(mungkin saja ikut andil dengan keuntungan tersebut?, Wallahu A’lam...hanya Allah yang tahu).
Fakta ini menjadi pembelajaran bersama baik itu mahasiswa maupun untuk dosen itu sendiri. Publish ini sama sekali bukan untuk mengintimadasi pihak manapun tapi sebagai kontrol agar profesi dosen tidak dikotori oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, jangan jadikan profesi mulia ini sebagai ladang mengeruk keuntungan pribadi.
Read more...
Friday, June 6, 2008
LANGSING TAPI SEHAT...
AKIBAT BANYAK DUDUK, WARNING!!!
Oleh: Shiera Septrisya
Nyeri punggung bawah terkadang disertai rasa kesemutan di ujung jari kaki. Salah satu penyebabnya adalah hernia nukleus pulposus atau dikenal dengan "urat terjepit". [google.com]
eorang ibu rumah tangga datang ke dokter dengan keluhan nyeri pada pinggangnya. Nyeri itu timbul sejak mengangkat galon air dari lantai. Nyeri dirasakan menjalar dari pinggang belakang sampai ke kaki kiri selama beberapa bulan, kemudian ke tungkai kanan.
Kasus di atas adalah contoh kasus nyeri pada pinggang belakang atau biasa disebut nyeri punggung bawah (low back pain). Sebagian orang pernah mengalami nyeri pinggang dengan penyebab bervariasi, mulai dari saraf, otot, tulang, sendi, penyebab organik lain ataupun penyebab psikogenik.
Diskus ini melekat erat dengan jaringan tulang rawan yang melapisi permukaan atas dan bawah masing-masing korpus vertebra.
Nyeri pada pinggang bawah atau tungkai akibat HNP amat tidak menyenangkan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Adalah penting untuk membedakan apakah HNP yang terjadi hanya sampai tahap peradangan (iritasi) atau sudah menekan (kompresi), karena iritasi dapat diobati secara konservatif sedangkan kompresi memerlukan operasi. Tujuan penatalaksanaan secara konservatif adalah menghilangkan nyeri dan melakukan restorasi fungsional.
Sering kali terapi pada pasien HNP dibantu dengan pemakaian korset. Pasien juga harus diingatkan agar membatasi gerakannya saat bekerja untuk mencegah kekambuhan.
Misalkan, bila ingin mengambil benda di lantai atau membungkuk dan mengangkat benda berat, sebaiknya dimulai dengan berjongkok terlebih dahulu, sehingga mencegah kembali terjadinya trauma atau cedera diskus intervertebralis pada struktur tulang belakang.
Selain itu, hindari berat badan yang berlebih karena berat badan dapat menjadi beban dan menambah stres fisik pada struktur tulang belakang. Oleh karena itu, program penurunan berat badan dapat menjadi salah satu terapi yang dipilih bagi penderita HNP.
Thursday, May 29, 2008
SEKILAS CERPEN
COWOK MATRE OH COWOK MATRE...
Joni, sebut aja namanya begitu. Lelaki ini tidak begitu tampan tapi sangat enak dipandang, cara bicaranya yang menarik dan sikapnya yang simpatik membuatku menjadi butuh dengan kehadirannya.
“Hai sayang…pa kabar??dah makan belom?”. Sapanya melalui sms
Hari- hariku tanpa sepi dengan kehadiran sapanya lewat sms ataupun via telephon. Kiriman bucket bunga, coklat, kado- kado istemewa, keromantisan serta perhatiannya yang kadang berlebihan kadang membuatku tersanjung dan bahkan aku merasa menjadi wanita yang paling bahagia. Hmmm….coba? wanita mana yang tidak bahagia diperlakukan seperti ini??
Suatu ketika, teleponku bunyi….
Kutengok..ternyata Joniku yang telepon, segera aku angkat…suara bariton terdengar jelas ditelingaku.
“Sayang lagi ngapain??...aku kangen neh??”. Suaranya merajuk.
“Hmmm….say, aku perlu pulsa neh…kirim ya? Soalnya aku lagi di pelosok desa, nanti aku ganti deh..”.Ujarnya dengan nada khasnya.
“Oke, aku kirim segera ya?. Balasku dengan ringan. Kebetulan aku punya bisnis stock pulsa kecil- kecilan, jadi tidak ada alasan untuk menolaknya.
Seminggu kemudian…
Joni tersenyum, tapi aku lihat wajahnya agak murung. Lalu aku tanya;
“Kenapa Say?koq bete banget”. Kataku dengan penasaran.
“Iya neh Yang, aku kesel banget…soalnya dari kemaren Teddy mau pinjem uang, tapi uangku masih kurang cukup, bagimana ya?”. Terawangnya saat itu
Lalu sambungnya….
“Bagaimana kalau aku pinjem uangmu dulu, nanti aku ganti deh?. Ungkapnya dengan nada ringan
Dengan sungkan aku berujar….
“Oooh…begitu? Ya dah ntar besok aku transfer?. Jawabku dengan nada sungkan
Ini untuk yang kesekian kalinya Joni meminjam uangku tanpa mengembalikannya sepeserpun. Berkali- kali minta pulsalah, pinjem uanglah, bayarin kreditlah, blab la bla..
Aku sampai bosan juga dengan permintaannya.
Semalaman aku merenung, apa yang sebenarnya terjadi??
“Apa iya?ada fenomena cowok matre???”. Bisikku dalam banthin
“Kalau begini terus menerus, bisa habislah aku???”. Aku terus berbisik dalam hati
Suatu pagi yang indah, cahaya matahari bersinar dengan hangatnya…aku bernyanyi kecil sambil mengklik beberapa artikel yang masuk kedalam Emailku. Sambil aku melirik berkali- kali bunyi hp disebelahku, semaleman beberapa kali juga Joni terus menghubungiku tapi tak satupun aku jawab, semua smsnya aku reject. Hanya barisan kata yang keluar dari Bibirku saat ini:
COWOK MATRE, COWOK MATRE….KE LAUT AJE!!
DITELEN IKAN HIU, MAMPUS LO!!!
CAPE DEAH….
Read more...

