Tuesday, January 20, 2009

SERBA SERBI BUDAYA JEPANG

Hanami

Hanami (Tulisan di blog `Belajar dari Alam`)

p1050413.JPG
Musim semi sangat ditunggu kedatangannya oleh orang Jepang karena di musim inilah sakura bermekaran….

Bahkan tiap hari acara di TV dipenuhi dengan laporan bermekarannya sakura di seantero Jepang.

Tahun ini sakura di Tokyo bermekaran lebih awal 4-5 hari dibandingkan tahun lalu. Di Nagoya pun demikian. Mekarnya sakura yang sudah berumur ratusan tahun bahkan menjadi topik menarik acara2 di TV.

Orang Jepang pun menikmati mekarnya sakura dengan tradisi `hanami` yaitu hana wo miru atau melihat bunga. Tradisi hanami menggambarkan kegembiraan warga Jepang dengan adanya pergantian musim dan perubahan alam. Hanami tidak hanya dilakukan pagi atau siang tapi hingga larut malam, dengan minum sake, makan makanan khas Jepang, layaknya pesta kebun. Semuanya bergembira…

Namun akhir-akhir ini tradisi hanami membawa dampak negatif. Banyak orang Jepang yang mabuk dan angka kecelakaan pun meningkat. Taman pun menjadi gunung sampah. Di saat hanami kelihatannya kesadaran tertib buang sampah menjadi luntur. Sayang sekali…

Tapi di sisi lain, hanami seperti sebuah `rehat` singkat dari striknya hidup orang-orang Jepang. Pun merupakan pembelajaran berharga bagi anak tentang alam dan tradisi.

Read more...

Read More..

Saturday, January 17, 2009

HIDUP DI JEPANG


SERBA- SERBI MAKANAN JEPANG


Makan masakan Jepang memang enak sekali, selain kandungan minyak dalam setiap masakan tidak begitu banyak, kandungan gizi dalam makanan memang benar benar dihitung sesuai dengan kebutuhan yang di perlukan oleh tubuh. Contohnya; sewaktu masuk ke sebuah rumah makan dan memesan nasi dan lauk pauknya saja, pasti sewaktu makanan pesanan datang, di lengkapi dengan beberapa tambahan seperti sup (di jepang disebut miso sup) , dan sepiring kecil acar (setiap toko acarnya rasnya beda-beda), dan yang paling sepesial dan menjadi kebiasan di setiap rumah makan di Jepang ini,

kalau baru masuk dan duduk yang pertama di keluarkan oleh staf toko adalah segelas air putih/teh, dan tisu basah atau handuk untuk bersih tangan. Yang paling saya kagumi dengan makan makanan jepang adalah nasi putih tidak terlalu banyak, tapi yang paling penting lauk pauk dan sayur mayurnya harus balan dan seimbang, beda dengan saya sewaktu di Indonesia dulu nasi puti banyak dan tempe saja sudah cukup,,,yang penting perut kenyang.....ha,,haa...haa...apalagi ada sambal ,,tamba paten Read more...

Read More..

Thursday, January 15, 2009

PERAWATAN LANSIA DI JEPANG

Perawatan Lansia di Jepang: Catatan Pengalaman,
Pengamatan dan Pembelajaran
Oleh:Dwi Nurviyandari Kusuma Wati

Tujuan
Tiga tahun focus pada perawatan Lanjut Usia (Lansia) di Jepang memberikan inspirasi pada saya untuk menuangkannya dalam bentuk tulisan. Dalam tulisan kali ini saya akan memaparkan pengalaman, pengamatan dan pembelajaran yang saya telah dapatkan tentang perawatan lansia dan system pengaturannya di Jepang. Harapan saya tulisan ini dapat memberikan wacana untuk semua kalangan pada umumnya terutama bagi profesi kesehatan di Indonesia untuk mulai serius mengolah perawatan Lansia.

Pendahuluan
Berawal pada November 2004, saya menjalani pelatihan/ magang di Houei Group Nursing Centre Miyakonojo, Miyazaki, Jepang selama sembilan bulan. Dilanjutkan dengan mengikuti program pasca sarjana, sekolah Ilmu Kesehatan di Kagoshima University dengan jurusan komunitas keperawatan (dua tahun program master).
Houei Group Nursing Center menyediakan perawatan lengkap untuk menunjang Lansia dalam berbagai kondisi, yang tujuan akhirnya adalah meningkatnya kualitas hidup Lansia. Selain untuk Lansia dengan gangguan kesehatan, disini disiapkan pula jenis pelayanan untuk Lansia yang masih aktif dan tinggal di masyarakat. Beberapa jenis fasilitas juga dikhususkan untuk Lansia dengan gangguan kognitif seperti demensia. Seluruh fasilitas yang ada dapat dijangkau oleh Lansia dengan jaminan kesehatan yang disebut dengan “Long-Term Care Insurance System”.

Saya berfokus pada penanggulangan jatuh dan cedera yang kerap dialami oleh Lansia dengan demensia untuk penelitian program master. Untuk menunjang penelitian tersebut saya berkunjung dan mengumpulkan data dari sembilan pusat perawatan Lansia (Panti Jompo, pusat rehabilitasi dan rumah sakit khusus Lansia) disekitar Tokyo. Inilah yang membuat saya memahami permasalahan “Aged Society” yang saat ini dihadapi oleh pemerintah Jepang.

Populasi Lansia
Saat ini jepang berada pada pintu menuju masyarakat dengan jumlah Lansia yang besar (Super Aged Society). Berdasarkan sensus nasional Jepang tahun 2003, jumlah total Lansia saat ini adalah 127.690.000 atau 19% (Japan Statistic Bureau) dari jumlah total penduduk Jepang, sebagai tambahan jumlah total anak usia dibawah 14 tahun adalah 13%. Kondisi ini terbalik dengan Indonesia dimana jumlah anak-anak berada jauh diatas jumlah populasi Lansia. Usia harapan hidup yang dicapai Lansia di Jepang untuk pria adalah 78,32 tahun dan 85,23 tahun untuk wanita (Yoshida, 2003)

Suatu hari ketika berbelanja di Supermarket di Miyakonojo saya sengaja memperhatikan para pengunjung yang datang, disetiap mata memandang saya dapatkan sosok Lansia yang sedang berbelanja. Awalnya saya berpikir hari ini adalah hari khusus untuk Lansia, tapi seiring dengan waktu, fenomena seperti ini menjadi pemandangan yang biasa. Dapat kita temukan Lansia dengan mudahnya hampir disetiap fasilitas umum di Jepang, mulai dari pusat perbelanjaan, di pameran lukisan, tempat wisata bahkan perpustakaan umum. Jepang memang menyediakan fasilitas khusus untuk para Lansia dan orang cacat untuk memudahkan mereka menggunakan fasilitas tersebut, sebagai contoh adalah pada sarana transportasi umum seperti bus dan kereta, dapat kita lihat adanya tempat duduk yang diprioritaskan untuk Lansia dan orang cacat yang digunakan sebagaimana mestinya. Lansia di Jepang dapat beraktifitas layaknya semua orang, mereka tetap bersosialisasi satu sama lain dan terlihat enerjik.

Nenek saya saat ini berusia 70 tahun, beliau sangat jarang keluar rumah, sebagian besar waktunya dihabiskannya didalam rumah. Demikian juga kondisi yang dialami oleh sebagian besar Lansia di Indonesia. Aktifitas Lansia lebih banyak berfokus pada kegiatan spiritual keagamaan, mereka mengharapkan ketenangan suasana di hari tua mereka. Tentu saja hal ini sangatlah positif dan perlu untuk dilanjutkan, namun yang ingin saya sampaikan adalah jangan sampai Lansia tidak dapat beraktifitas keluar rumah karena memang tidak disiapkan fasilitas yang dapat membantu mereka.

Saat ini saya berdiri pada dua kasus yang ada. Terdapat perbedaan latarbelakang, budaya, perkembangan social ekonomi dan paradigma tentang “age and aging” dari dua negara ini. Jepang adalah negara berkembang yang sudah mengatur dengan baik pelayanan kesehatan untuk Lansia. Indonesia masih jauh tertinggal karena memang saat ini prioritas pelayanan kesehatan Indonesia masih berfokus pada pelayanan kesehatan Ibu dan anak juga penyakit infeksi, namun demikian tidaklah salah bila kita melihat jauh kedepan dan belajar dari yang telah dipraktekkan Jepang dalam memgembangkan program pelayanan kesehatan untuk Lansia.

System Perawatan Lansia
“Long-Term Care Insurance System” yang diluncurkan dari Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang pada tahun 2000 adalah jawaban untuk mengatasi masalah peningkatan jumlah Lansia. Memberikan support bagi penduduk dalam menghadapai hari tua adalah salah satu dari tujuan system ini (Ministry of Health, Labour and Welfare). Walaupun panjang umur adalah sesuatu yang seharusnya patut untuk di syukuri, namun hal tersebut diikuti oleh masalah social seperti peningkatan jumlah pension dan biaya kesehatan, hal ini tentunya akan meningkatkan beban ekonomi yang harus di tanggung pemerintah. 

Rumah Jompo (Nursing Home), Layanan harian untuk Lansia (Day Service), pusat rehabilitasi dan Rumah sakit khusus Lansia adalah pelayanan Lansia yang banyak ditemui di Jepang. Rumah Jompo adalah pelayanan untuk Lansia dengan tingkat ketergantungan perawatan yang tinggi (fisik lemah), mereka tinggal difasilitas tersebut sampai waktu yang tidak ditentukan, pada umumnya mereka berada di Panti Jompo sampai akhir hidupnya. Layanan harian Lansia adalah jenis pelayanan untuk Lansia yang masih aktif dan tinggal di masyarakat, Lansia datang kepelayanan ini pada pagi hari dan pulang kembali pada sore hari. Layanan harian yang disediakan adalah perawatan dasar (pengukuran tanda-tanda vital, perawatan diri, eliminasi) dan juga sosialisasi berupa olah raga, permainan, keterampilan dan hiburan. Rumah sakit dan rehabilitasi Lansia adalah jenis pelayanan perawatan akut dengan tingkat ketergantungan medis yang tinggi.

Fasilitas pelayanan kesehatan untuk Lansia di tunjang oleh tim kesehatan yang bekerja secara professional. Tim kesehatan terdiri dari dokter, perawat, care manager, care worker, physical therapy, occupational therapy, pharmacist dan nutritionist. Tim kesehatan bekerja sama dalam setiap fasilitas untuk memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna untuk Lansia.
Selama lima bulan menjalani training di Panti Jompo (Houbuen Nursing Home), saya telah mengetahui dengan baik nama, kebiasaan, ruangan dan barang-barang milik pribadi dari semua Lansia (60 orang) yang menetap disana. Hal ini tidaklah mudah, butuh waktu untuk dapat menghapalnya, ini adalah salah satu point penting dalam merawat Lansia dengan gangguan kognitif. Aktifitas Lansia di Nursing home adalah sebuah rutinitas, karena aktifitas yang berulang lebih mudah dipahami oleh Lansia.

Penutup
Menjadi tua dan lemah adalah siklus hidup yang akan di lalui oleh semua manusia, pada fase ini kondisi fisik dan akal bisa dikatakan kembali seperti anak-anak. Memberikan perawatan untuk Lansia selain harus telaten, sabar dan penuh kasih sayang, hal yang membuat berbeda dengan perawatan lain adalah rasa hormat yang harus kita tunjukkan, karena orang yang kita rawat memiliki pengalaman dan usia yang jauh diatas kita.

Perawatan Lansia bukanlah hal baru di Indonesia, saat ini dapat kita temui beberapa fasilitas panti jompo yang dikelola oleh Departemen Sosial atau swasta. Kualitas pelayanan, jenis pelayanan dan jangkauan oleh Lansia adalah hal penting yang harus kita tingkatkan, agar tujuan meningkatnya kualitas hidup Lansia (Quality of Live/ QOL) dapat dicapai.

Artikel terdapat online di: http://www.beritaiptek.com/pilihberita.php?id=322
Read more...

Read More..

Wednesday, January 14, 2009

KEAJAIBAN HIDUP DATANG DARI KEYAKINAN DAN KERJA KERAS!!!

RESOLUSI TAHUN 2009

Hai Blogger Mania?? Pa kabar tahun baru??
Menapaki shio kerbau tanah, banyak moment yang akan muncul dan berbaur dengan aktivitas dan kreativitas kita. Salah satu yang paling up to date adalah Agressi Militer Israel yang memborbardir rakyat dan saudara kita di Palestine, sedih dan menyakitkan apabila lihat dan denger perang di jalur Gaza tersebut…(apalagi ada berberapa temenku yang tinggal disana), apalagi sampai detik ini belum ada kabar sama sekali, hidup atau mati saya tidak tahu. Entah siapa dan bagaimana kita berbuat??? Apa hanya dengan doa saja ya. Hmmm...mudah- mudahan segera berakhir ya.

Di Negari kita sendiri, sedang mempersiapkan pesta rakyat atau pesta para aktivis politikus yang akan bertarung d kancah politik sekaligus pesta penghaburan uang yang seharusnya hak para kaum papa yang butuh uang untuk bertahan hidup. Nista banget ya..para elite politik kita yang hanya nampang tenar melalui koar- koar debat kehebatan tanpa lihat banyak rakyat menderita, banjir dimana- mana, korupsi gak ada beresnya, kemiskinan makin merajalela, jakarta tetep muaceettt, PHK mulai bergerak mengancam pekerja...tuh PR pemerintah makin buanyak ya???

Suatu ketika saya melihat ranah politik dipenuhi wajah- wajah asing yang terpampang di setiap sudut jalanan, sampe saya bingung itu sapa toh?? Koq wuaeneh tenan...ada yang senyum, pasang tampang serem, sampe ada yang berpose layaknya artis wae...wualah bedak dan lipstiknya tebel banget re’?? he he he...Eeehh..ada artis juga ding yang laris manis sebagai simpatisan penarik suara gratis rakyat, bukan apa- apa seh??? Cuma koq saya sangsi ya...apa mereka mampu jadi penampung suara rakyat? wong biasa akting koq disuruh urusin rakyat..ntr malah2 akting juga...huhuuuuuuuh!!apes tenan negara kowe.. he he heeee....

Sebut saja namanya Pa Margo, belakangan jadi tenar gara- gara mencalonkan diri jadi caleg di kampungku...rasa- rasanya saya koq tau ya, beliau ini kuliah juga ndak’ lulus, lah wong...kuliahnya juga sealmamater bareng aku....eeehhh..setelah ditilik- tilik si beliau ini punya duit buanyak jadi yaaahhh...maklum saja pengaruhnya gede juga. Cemen ya?? Kalo hanya pake jalan pelicin gitu mah...tukang becak dibayarin juga bisa atuh...hek hekkkk. Pernah dulu temenku iseng nawarin aku maju jadi caleg, ”Eh..lo kenapa seh gak nyaleg aja??? Ntr gw urus deh semua detil- detilnya, pokoknya di tanggung beres”...begitu tawaran temenku itu yang notabenenya pegawai senior pemerintahan,...kujawab aja: ”wah...gw gak bisa anteng boz, repot ntr kalo gw ngiler...he he hee, ngilerin rakyat, ngiler liat uang banyak,ngiler korupsi, ngiler kalo disuruh rapat yang gak jelas juntrungannya ha ha ha huaaaakkk huakkk huakkk cruattttt!!!

Siapa seh yang gau mau jadi kaya??? Tapi kalo begitu caranya sorry man...mendingan kaya begini aja, kerja sambil bermain jauh lebih nyaman,...datang sekali, survey dan kerja trus dapat duit deh...kan lebih enak. Jadi inget waktu aku kerja di manajemen, pagi kerja pulang sore sampe malem masih kerja, fisik kerja pikiran kerja sampe kentut tetep kerja dan yang bikin pengen muntah kalo pakai aksi senyum- seyum kuda buat si empunya yang punya gawe tetep seneng..wuiiihhh....gak enak banget tau!! Alhamdulillah akhirnya kejenuhan itu bisa diatasi setelah keputusan aku untuk keluar dari zona nyaman, walaupun banyak hal yang mesti aku tinggalkan dan aku korbankan, korban rasa, korban fitnah dan korban hati. Pelajaran yang paling berEmas buat gw...jadi tahulah sedikitnya tentang kenistaan organisasi he he he eeee...

Tahun 2009 adalah resolusi terbaik untuk merenung dan memperbaiki diri, setidaknya kesepemahaman hidup dan keselarasan hati dan fikiran untuk lebih teliti dan berdamai dengan diri sendiri dan juga hidup,...segala upaya yang telah dilalui tinggal diperbaiki dan ditingkatkan. Sepenuhnya harus ada perubahan secara signifkan dan terpadu, walau demikian ada banyak hal yang mesti saya penuhi di tahun ini supaya keinginanku untuk bahagiakan orang- orang disekitarku bisa terwujud amin, termasuk orang yang sekarang lagi nemenin aku nulis he he heee...dia senyum- senyum simpul aja tuh sambil nyengggolin tanganku ha ha ha haaaa (trainer koq payah??!!!).

Terima Kasih Tuhan segala limpahan kasihMu dan bahagia yang Kau torehkan buat aku semakin kuat dan teguh memenuhi janjiku, yaahhh,...walau belum sepenuhnya terwujud, seenggaknya aku bisa bertahan dari harga diriku untuk tidak bergelut dengan rasa benci dan dendam. Amin amin amin...aku bisa berjalan sesuai dengan aturan konsepMu. Saya jauh lebih nyaman, itu yang paling penting sehingga apapun yang aku kerjakan rasanya lebih nikmat. Mudah- mudahan kerjaku tetep bisa bermanfaat untuk orang lain amin.

PeMosting; Lindaazza
Read more...

Read More..

KOMENTAR ANDA